Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan

Kompas.com, 24 Oktober 2026, 15:12 WIB
Manda Firmansyah,
Andika Aditia

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, dalam mengatasi persoalan lingkungan perlu berbagai perubahan dimulai dari kebiasaan sehari-hari, yang diperkuat melalui kolaborasi, dan ditanamkan sejak bangku sekolah.
‎
‎Urgensi peran individu dan dunia pendidikan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Roadshow ASRI Menyapa Surabaya yang diselenggarakan Yayasan Berkat Budaya Sejahtera (YBBS) Kompas Gramedia bersama Unilever melalui program Akademi Sekolah Lestari (ASRI), di SMKN 10 Surabaya, Senin (12/10/2026).

‎Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 100 sekolah SMA/SMK sederajat di sekitar Surabaya dan diikuti sekitar 400 peserta.
‎
‎Selain memperkenalkan ASRI sebagai gerakan pendidikan keberlanjutan di sekolah, kegiatan ini mengajak guru dan siswa memandang persoalan lingkungan secara lebih dekat, serta mengenali langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
‎
‎Roadshow tersebut juga didukung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Surabaya dan Sidoarjo, yang diwakili oleh Hari Indarjoko, Pengawas Sekolah Tingkat SMA. Dukungan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan berbagai pihak dalam mendorong kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.
‎
‎Founder Yayasan Lohjinawi, Yasmin Maulana menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Ini termasuk melalui kebiasaan memilah sampah secara konsisten. Perubahan perilaku memang tidak selalu terjadi dalam waktu singkat.

Namun, upaya perubahan tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan ketika dilakukan terus-menerus dan melibatkan lebih banyak orang.
‎
‎"Tanggung jawab sampah itu tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Yang terpenting adalah bagaimana sampah dari sumbernya, mulai dari diri sendiri atau rumah, juga bisa kita atasi,” ujar Yasmin dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Selain aksi langsung, komunikasi juga berperan penting dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Editor National Geographic Indonesia, Ade Sulaeman menegaskan, pesan lingkungan perlu disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari agar lebih relevan bagi audiens, terutama generasi muda.

“Kalau mau bikin orang tergugah sama konten kita, pakai metode proximity atau kedekatan, supaya mereka merasa relate dengan apa yang kita alami,” tutur Ade.

Peserta juga memperoleh pengalaman belajar melalui berbagai aktivitas di booth, termasuk pemeriksaan mikroplastik bersama Ecoton dan pembelajaran mengenai bank sampah bersama Yayasan Lohjinawi.

Aktivitas ini memperkenalkan persoalan lingkungan melalui pengalaman yang lebih konkret, sekaligus menunjukkan beragam bentuk aksi yang dapat dilakukan.

Aksi nyata di sekolah

Upaya membangun kepedulian lingkungan tersebut berlanjut melalui ASRI Goes to School pada 13–16 Oktober 2026.

Dalam program ini, tim ASRI mengunjungi SMKN 10 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, SMKN 1 Surabaya, SMKN 13 Surabaya, dan SMA IPIEMS untuk berinteraksi langsung dengan siswa di ruang kelas.

Para siswa diperkenalkan dengan Lestari Academy, platform pembelajaran digital yang menyediakan materi mengenai berbagai isu keberlanjutan.

Pembelajaran juga dikemas melalui permainan interaktif menggunakan Kahoot agar siswa dapat memahami materi sekaligus menguji pengetahuan mereka dengan cara yang lebih partisipatif.

Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan lebih dari sekadar memahami persoalan lingkungan. Namun, siswa juga diharapkan mampu mengidentifikasi masalah di sekitar dan mengembangkan gagasan untuk mengatasinya.

Gagasan tersebut bisa menjadi awal dari proyek keberlanjutan yang relevan dengan kebutuhan sekolah maupun masyarakat.

Kesempatan untuk mengembangkan gagasan itu juga terbuka melalui Kompetisi ASRI 2026, kompetisi tingkat nasional yang ditujukan bagi siswa dan guru.

Kompetisi ini mencakup enam topik. Yaitu, Pengelolaan Sampah, Kelestarian Alam, Kesejahteraan Fisik, Transisi Energi, Pekerjaan Hijau, dan Komunikasi Keberlanjutan.

Pendaftaran Kompetisi ASRI 2026 dibuka hingga 16 November 2026. Informasi lebih lanjut mengenai kompetisi dan program ASRI dapat diakses melalui Instagram Teman ASRI di @temanasri.

Melalui pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan proyek, ASRI mendorong sekolah menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk mengubah kepedulian terhadap lingkungan menjadi gagasan maupun aksi nyata yang berkelanjutan.

‎
‎

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau