Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Coldplay Wujudkan Konser Ramah Lingkungan: Pasang Panel Surya hingga Pakai Pesawat Carter

Kompas.com, 10 Mei 2023, 16:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Band ini juga akan memasang lantai kinetik dan sepeda kayuh listrik di lokasi tertentu di sekitar tempat konser.

Sehingga para penggemar yang berdansa atau mengayuh sepeda di tempat yang disediakan dapat menjadi sumber energi listrik.

Baca juga: Profil Coldplay, Band Asal Inggris yang Akan Konser di Jakarta 15 November 2023

3. Naik pesawat komersial

Coldplay berjanji bahwa sebagian besar dari tur dunia kali ini, mereka akan terbang dengan penerbangan komersial.

Akan tetapi, di beberapa lokasi mereka tetap menggunakan penerbangan carter untuk para personel, kru, dan peralatan.

Untuk semua penerbangan, baik komersial dan carter, Coldplay akan membayar biaya tambahan untuk menggunakan atau memasok Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF).

Sedapat mungkin, mereka juga akan menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan berbahan bakar biofuel untuk angkutan darat dan transportasi.

Baca juga: Promotor Ingatkan Harga Tiket dan Seating Plan Konser Coldplay Jakarta Belum Dirilis Resmi

4. Diskon untuk fans

Coldplay berjanji memberikan diskon bagi fans dengan keluaran karbon paling rendah dalam perjalanan yang datang ke konser mereka.

Gelang LED yang dipakau oleh penonton dalam konser terbuat dari 100 persen bahan nabati yang dapat dikomposkan.

Mereka juga akan mengurangi produksi gelang hingga 80 persen dengan cara mengumpulkan, mensterilkan, dan mengisi ulang setelah setiap pertunjukan.

Baca juga: Coldplay Konser di GBK Jakarta 15 November 2023, Sandiaga: Sudah Official Guys

5. Efisiensi air

Dalam tur dunia Music of the Spheres World Tour 2023 kali ini, Coldplay akan memaksimalkan efisiensi pemakaian air.

Riders dari Coldplay adalah meminta promotor memperkenalkan aerator, toilet pembilasan rendah, dan pengurangan tekanan air untuk mengurangi pemborosan air.

Stasiun isi ulang air untuk para penggemar juga akan disediakan sedapat mungkin.

Para penggemar juga didorong untuk membawa botol minum sendiri yang dapat digunakan kembali di setiap tempat yang memungkinkan.

Baca juga: Profil Coldplay dan Biodata Personelnya, Jangan Cuma Tahu Chris Martin Saja

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Penguin Afrika Kelaparan, Sumber Pakan Hilang akibat Krisis Iklim
Penguin Afrika Kelaparan, Sumber Pakan Hilang akibat Krisis Iklim
LSM/Figur
Kawasan Lindung Dunia Meluas, tapi Belum Berhasil Cegah Hilangnya Biodiversitas
Kawasan Lindung Dunia Meluas, tapi Belum Berhasil Cegah Hilangnya Biodiversitas
LSM/Figur
Populasi Gurita di Inggris Melonjak, Disebut akibat Krisis Iklim
Populasi Gurita di Inggris Melonjak, Disebut akibat Krisis Iklim
LSM/Figur
Populasi Hiu Putih Besar di Laut Mediterania Menurun, Ini Alasannya
Populasi Hiu Putih Besar di Laut Mediterania Menurun, Ini Alasannya
LSM/Figur
Kawasan Konservasi Dunia Belum Maksimal Lindungi Biodiversitas, Apa Sebabnya?
Kawasan Konservasi Dunia Belum Maksimal Lindungi Biodiversitas, Apa Sebabnya?
LSM/Figur
Taiwan Capai Target Penurunan Polusi Udara PM2.5 pada 2025
Taiwan Capai Target Penurunan Polusi Udara PM2.5 pada 2025
Pemerintah
Inggris Catat Rekor Tertinggi Produksi Listrik Energi Terbarukan pada 2025
Inggris Catat Rekor Tertinggi Produksi Listrik Energi Terbarukan pada 2025
Swasta
Ratusan Bunga di Inggris Mekar Tidak pada Waktunya akibat Krisis Iklim
Ratusan Bunga di Inggris Mekar Tidak pada Waktunya akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Ketika Alam Menagih Tanggung Jawab
Ketika Alam Menagih Tanggung Jawab
Pemerintah
93 Butir Telur Penyu Diselamatkan BKSDA Maluku Demi Penetasan Aman
93 Butir Telur Penyu Diselamatkan BKSDA Maluku Demi Penetasan Aman
Pemerintah
LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp 1,7 Triliun Sepanjang 2025, Lampaui Target Pemerintah
LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp 1,7 Triliun Sepanjang 2025, Lampaui Target Pemerintah
LSM/Figur
Kapan Gletser di Bumi Bisa Mencair akibat Pemanasan Global?
Kapan Gletser di Bumi Bisa Mencair akibat Pemanasan Global?
Swasta
Dedi Mulyadi Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat
Dedi Mulyadi Larang Sawit di Jawa Barat, Pakar IPB Nilai Kebijakan Tidak Tepat
LSM/Figur
Bencana Iklim 2025, Perempuan dan Masyarakat Miskin Paling Terdampak
Bencana Iklim 2025, Perempuan dan Masyarakat Miskin Paling Terdampak
LSM/Figur
Krisis Ekologis di Jawa Barat, Pakar IPB Jelaskan Ancaman di Tiap Wilayah
Krisis Ekologis di Jawa Barat, Pakar IPB Jelaskan Ancaman di Tiap Wilayah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau