Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Digitalisasi MBG, Pertumbuhan Anak dan Alergi Dipantau lewat Teknologi

Kompas.com, 26 Juni 2025, 16:37 WIB
Eriana Widya Astuti,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan dan PT Surya Ahda Digital (SADIGI) mengintegrasikan digital dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami menyebutnya semacam program monitoring makan bergizi gratis,” ujar Yayat Sujatna, rektor institut tersebut, dalam acara Kolaborasi Strategis Muhammadiyah dan DMMX, Rabu (25/6/2025).

Yayat menjelaskan, programnya menggunakan indeks antropometrik untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Data menu makanan MBG yang disediakan dimasukkan ke dalam sistem, lalu dibandingkan dengan kondisi anak-anak di lapangan untuk melihat kesesuaian menu dengan kebutuhan pertumbuhan.

“Karena ada anak dengan satu menu tertentu menjadi lebih sehat, berat badannya naik, tapi ada juga yang justru makin kurus,” ungkap Yayat.

Selain memantau status gizi, program ini juga mampu mengidentifikasi alergi makanan. Tidak hanya secara individual, tapi juga berdasarkan wilayah.

Misalnya, di suatu kawasan terpantau banyak anak alergi telur, sementara di kawasan lain lebih banyak yang alergi ayam. Informasi ini dapat digunakan untuk menyesuaikan dapur MBG agar menyediakan makanan yang sesuai kebutuhan dan tidak membahayakan anak.

“Untuk anak-anak yang terpantau tidak mengalami perubahan indeks perkembangan tubuh, akan kami rujuk ke program layanan kesehatan untuk mendapatkan pemantauan lebih lanjut,” kata Yayat.

Menurut Yayat, dengan adanya pemantauan, program MBG ditujukan untuk memperbaiki asupan gizi anak menjadi lebih tepat sasaran dan hasilnya optimal.

Baca juga: Label Makanan Tak Jelas Picu Sampah Pangan

Yayat menjelaskan, programnya sudah berjalan selama enam bulan di wilayah Bandung dan Garut, mencakup lebih dari lima sekolah di masing-masing daerah.

Selama implementasi, di beberapa kawasan ditemukan anak-anak tidak bisa makan ikan, atau kondisi anak yang tampak gemuk, tetapi sebenarnya tidak sehat secara indeks tubuh.

Sejauh ini, tantangan program adalah kesediaan wali murid memberikan data pribadi anak untuk integrasi dengan data pasokan bahan baku di dapur umum.

“Kami membutuhkan banyak data diri anak termasuk yang lebih spesifik, namun harus tetap memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, dua entitas di bawah naungan organisasi Muhammadiyah, yaitu PT Surya Ahda Digital (SADIGI) dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung digitalisasi di hampir seluruh sektor Amal Usaha Muhammadiyah.

Saat ini, Muhammadiyah mengelola lebih dari 28.500 lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Sementara di bidang kesehatan, Muhammadiyah dan Aisyiyah mengelola sekitar 122 hingga 141 rumah sakit serta 260 hingga 400 klinik dan fasilitas layanan kesehatan.

Yayat menekankan bahwa kerjasama untuk melakukan digitalisasi ini bertujuan untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Langkah digitalisasi yang diambil Muhammadiyah untuk berbagai sektor amal usaha, termasuk program monitoring MBG, menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menjawab persoalan sosial secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang berbasis data, program semacam ini tidak hanya memperbaiki layanan, tetapi juga memperkuat upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang konkret dan relevan di tingkat akar rumput.

Baca juga: Bioteknologi Jagung, Peluang Indonesia Jawab Masalah Ketahan Pangan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ini 16 Pemenang Lestari Awards 2026
Ini 16 Pemenang Lestari Awards 2026
Swasta
UNDP: Sekitar 70 Persen Ekonomi RI Bergantung pada SDA, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
UNDP: Sekitar 70 Persen Ekonomi RI Bergantung pada SDA, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
LSM/Figur
TBS Energi: Bertahan di Bisnis Batu Bara Bisa Timbulkan Kerugian 3,8 Miliar Dollar AS pada 2050
TBS Energi: Bertahan di Bisnis Batu Bara Bisa Timbulkan Kerugian 3,8 Miliar Dollar AS pada 2050
Swasta
Susi Pudjiastuti: Pariwisata Pangandaran Tumbuh, tetapi Ekonomi Perikanan Justru Merosot
Susi Pudjiastuti: Pariwisata Pangandaran Tumbuh, tetapi Ekonomi Perikanan Justru Merosot
LSM/Figur
Mari Elka: Indonesia Hadapi 'Perfect Storm', Keberlanjutan Kini Jadi Syarat Bertahan
Mari Elka: Indonesia Hadapi "Perfect Storm", Keberlanjutan Kini Jadi Syarat Bertahan
Pemerintah
AEI: Lebih dari 800 Emiten Sampaikan Laporan Keberlanjutan, Hasil Evaluasi Terbit Juli 2026
AEI: Lebih dari 800 Emiten Sampaikan Laporan Keberlanjutan, Hasil Evaluasi Terbit Juli 2026
Pemerintah
OJK Targetkan Aturan Baru Laporan Keberlanjutan Berstandar Global Terbit pada 2026
OJK Targetkan Aturan Baru Laporan Keberlanjutan Berstandar Global Terbit pada 2026
Pemerintah
Marine-Based Water Security: Saatnya Laut Jadi Sumber Air Bersih Masa Depan
Marine-Based Water Security: Saatnya Laut Jadi Sumber Air Bersih Masa Depan
Pemerintah
IPB University Kirim 125 Peserta Ekspedisi Patriot untuk Dampingi Transmigran
IPB University Kirim 125 Peserta Ekspedisi Patriot untuk Dampingi Transmigran
Pemerintah
Lestari Summit 2026: KG Media Serukan Kolaborasi Lintas Sektor lewat 'The Regenerative Pulse'
Lestari Summit 2026: KG Media Serukan Kolaborasi Lintas Sektor lewat "The Regenerative Pulse"
Swasta
WVI: Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Gizi, Akses Air Bersih dan Sanitasi Jadi Kunci
WVI: Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Gizi, Akses Air Bersih dan Sanitasi Jadi Kunci
LSM/Figur
Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Swasta
IBCSD: Minimnya Transparansi Risiko Lingkungan Hambat Investasi Berkelanjutan di Indonesia
IBCSD: Minimnya Transparansi Risiko Lingkungan Hambat Investasi Berkelanjutan di Indonesia
Swasta
PBB Soroti Ancaman Sampah Antariksa yang Makin Mengkhawatirkan
PBB Soroti Ancaman Sampah Antariksa yang Makin Mengkhawatirkan
Pemerintah
BRIN Dorong Pemanfaatan Biomaterial untuk Industri Pertahanan
BRIN Dorong Pemanfaatan Biomaterial untuk Industri Pertahanan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau