"Peternak sapi perah sangat menyadari dampak negatif dari tekanan panas terhadap ternak mereka dan mereka menggunakan berbagai bentuk adaptasi," kata rekan penulis Ayal Kimhi, profesor madya di Universitas Ibrani Yerusalem dan wakil presiden Lembaga Penelitian Sosial Ekonomi Shoresh.
Lebih lanjut, peneliti menggunakan perkiraan mereka di Israel untuk menunjukkan bagaimana perubahan iklim dapat memengaruhi produksi susu secara global pada pertengahan abad, dan negara mana yang paling diuntungkan dari adaptasi.
Mereka kemudian menemukan bahwa tanpa pendinginan, 10 negara penghasil susu teratas dapat mengalami penurunan produksi susu harian rata-rata sebesar 4 persen, dengan beberapa negara yang lebih terdampak daripada yang lain.
Baca juga: Kesadaran Konsumen Tingkatkan Permintaan Daging Sapi Rendah Metana
Tiga dari lima produsen teratas yakni India, Pakistan, dan Brasil mengalami kerugian yang lebih besar daripada Israel: antara 3,5 persen dan 4 persen per sapi per hari.
Namun, bahkan dengan sistem pendinginan, lima produsen terbesar termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok masih mengalami kerugian antara 1,5 persen dan 2,7 persen per sapi per hari.
"Penelitian kami menggarisbawahi nilai dan keterbatasan teknologi pendinginan dan upaya lain yang dilakukan oleh peternak sapi perah untuk beradaptasi dengan perubahan iklim," kata penulis utama sttudi ini Claire Palandri.
"Pembuat kebijakan harus mempertimbangkan lebih banyak strategi untuk tidak hanya mendinginkan sapi, tetapi juga mengurangi pemicu stres, seperti kurungan dan pemisahan anak sapi. Pemicu stres membuat sapi lebih sensitif terhadap panas dan kurang tangguh," tambahnya.
Studi dipublikasikan di jurnal Science Advances.
Baca juga: Taktik Eropa Capai Target Iklim 2040: Beli Kredit Karbon dari Negara Berkembang
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya