Jika fasilitas air tidak ditingkatkan, warga mungkin harus menjatah penggunaan air. Tarif air juga akan naik drastis 33 persen dalam dua tahun ke depan, jauh di atas kenaikan normal.
Baca juga: Riset DBS Sebut AI dan Sustainability Bisa Optimalkan Biaya Modal Perusahaan
Di era kecerdasan buatan, air telah menjadi sama pentingnya dengan listrik bagi pusat data yang menggerakkan pengembangan teknologi mutakhir ini.
Fasilitas-fasilitas ini memompa sejumlah besar air dingin ke dalam pipa-pipa yang mengalir di seluruh bangunan untuk mendinginkan komputer-komputer di dalamnya, agar mereka dapat melakukan perhitungan dan menjaga layanan internet seperti jejaring sosial tetap berjalan lancar.
Pusat data Meta yang sudah ada menyedot sekitar 500.000 galon air setiap hari. Namun, pusat data baru untuk AI yang lebih kuat akan jauh lebih boros, diperkirakan akan menghabiskan jutaan galon air per hari.
Menurut Newsha Ajami, seorang hidrolog dan direktur kebijakan air perkotaan di Stanford perusahaan-perusahaan pusat data seringkali menuntut pasokan air sebanyak mungkin, menggunakan pendapatan pajak yang mereka bayarkan sebagai alat tawar.
Bahkan beberapa proyek pusat data ini begitu besar sehingga lahan pembangunannya harus terlebih dahulu "dikeringkan". Proses ini melibatkan pemompaan air tanah keluar dari area sekitar sebagai persiapan sebelum konstruksi dimulai.
Masalah air yang serupa dengan yang terjadi di Newton County juga terjadi di lokasi-lokasi pusat data lainnya, termasuk Texas, Arizona, Louisiana, dan Uni Emirat Arab.
Mike Hopkins, direktur eksekutif Newton County Water and Sewerage Authority, yang merupakan otoritas air di wilayah tersebut sendiri mengatakan Pusat data Meta menggunakan sekitar 10 persen dari total penggunaan air di wilayah tersebut setiap harinya.
Proyek Meta adalah pusat data besar pertama yang hadir di Georgia pada tahun 2018. Dan kini dalam beberapa bulan terakhir, Hopkins menyebut sembilan perusahaan telah mengajukan permohonan untuk membangun pusat data di Newton County, beberapa meminta hingga 6 juta galon air per hari melebihi seluruh penggunaan air harian di wilayah tersebut.
Beberapa pemohon adalah perusahaan teknologi sebesar Amazon, menurut izin air, sementara perusahaan lain menggunakan alias untuk menyembunyikan identitas mereka.
Baca juga: Pemakaian AI Melesat, Pertanian Asia Pasifik Bakal Lebih Adaptif Iklim
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya