Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendanaan Energi Fosil Turun 78 Persen, tapi Proyek Baru Tetap Jalan

Kompas.com, 30 September 2025, 18:00 WIB
Yunanto Wiji Utomo

Penulis

KOMPAS.com – Pendanaan publik untuk proyek bahan bakar fosil internasional tercatat turun tajam hingga 78 persen pada 2024 di antara koalisi 35 negara.

Meski begitu, riset yang dilakukan Oil Change International dan Friends of the Earth menemukan masih ada anggota koalisi yang menyetujui proyek baru, termasuk Jerman dan Amerika Serikat.

Kesepakatan untuk menghentikan pendanaan proyek energi fosil sebenarnya sudah diambil sejak 2021. Saat itu, dalam perundingan iklim PBB, negara-negara sepakat menghentikan praktik tersebut paling lambat akhir 2022 dan mengalihkan dukungan ke energi bersih.

Perjanjian ini dikenal sebagai Clean Energy Transition Partnership, yang mencakup pembiayaan ekspor, pembiayaan pembangunan, hingga bantuan pembangunan resmi.

Baca juga: RUPTL Terbaru Dinilai Tingkatkan Penggunaan Energi Fosil

Namun, laporan terbaru yang dirilis Selasa (30/9/2025) memperingatkan bahwa masa depan kesepakatan tersebut terancam. Perang dagang, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari koalisi dan kembali memprioritaskan produksi minyak, gas fosil, serta batu bara disebut sebagai faktor utama.

“Kerja sama multilateral di bidang iklim dan energi kini lebih rapuh dari sebelumnya,” tulis laporan itu. “Selain itu, meski ada penurunan besar dalam pendanaan proyek fosil internasional, hal tersebut tidak diikuti dengan peningkatan yang sebanding untuk teknologi energi bersih.”

Menurut Reuters, pendanaan untuk proyek energi fosil pada 2024 tercatat turun sekitar 11,3 miliar hingga 16,3 miliar dolar AS dibandingkan periode 2019–2021, sebelum kesepakatan dibuat.

Namun, laporan tersebut juga menunjukkan Jerman, Swiss, dan Amerika Serikat tetap menyetujui pendanaan baru senilai 10,9 miliar dolar AS untuk proyek bahan bakar fosil sepanjang 2023–2024.

Baca juga: Pengamat UGM: Panas Bumi Memang Punya Risiko, Tapi Lebih Rendah dari Energi Fosil

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau