BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan FWD Insurance

Dari Uang hingga Simulasi Keuangan, Ini Cerita Anak Disabilitas Belajar Mandiri lewat FIESTA

Kompas.com, 31 Oktober 2025, 20:19 WIB
Aningtias Jatmika,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di salah satu ruang kelas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 02 Jakarta, tawa riang terdengar ketika para siswa berlatih menjadi “penjual dan pembeli” dalam permainan sederhana.

Dengan uang mainan di tangan, mereka belajar menghitung harga, membayar, dan menerima kembalian. Aktivitas yang tampak seperti permainan itu sejatinya adalah bagian dari pelajaran penting dalam mengenal dasar-dasar literasi keuangan.

Bagi anak-anak penyandang disabilitas, kesempatan itu tidak selalu mudah didapat. Materi keuangan yang umumnya disampaikan dalam bentuk teori sering kali sulit dipahami. Di sisi lain, akses terhadap fasilitas pendidikan yang ramah disabilitas masih terbatas. Padahal, kemampuan mengelola uang sejak dini bisa menjadi bekal berharga untuk mewujudkan kemandirian di masa depan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Financial Inclusion and Education for Successful Thoughts and Actions (FIESTA) yang diinisiasi oleh FWD Insurance.

Sebanyak 70 siswa penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ini serta diikuti oleh 10 karyawan FWD Insurance yang terlibat sebagai relawan. Para guru sekolah juga mendampingi jalannya kegiatan sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.

Baca juga: Jadi Tren 2025, Personalisasi dan Gaya Hidup Aktif Jadi Prioritas Nasabah

Literasi keuangan merupakan pengetahuan esensial yang perlu ditanamkan sejak dini, termasuk bagi para siswa penyandang disabilitas. Bekal pengetahuan ini dapat menjadi modal untuk hidup mandiri serta membantu mewujudkan masa depan yang mereka cita-citakan.

Sebagai perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi digital, FWD Insurance berkomitmen untuk mendorong literasi keuangan yang inklusif sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Hak setiap individu

Dalam kehidupan modern, literasi keuangan tidak lagi sebatas kemampuan menghitung atau menabung. Pengetahuan ini menjadi fondasi untuk merencanakan masa depan, mengambil keputusan, bahkan menghadapi situasi darurat. Oleh karena itu, literasi keuangan seharusnya menjadi hak setiap individu, termasuk penyandang disabilitas.

Siswa SLBN 02 Jakarta sedang menjalani pembelajaran terkait asuransi FWD Insurance Siswa SLBN 02 Jakarta sedang menjalani pembelajaran terkait asuransi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menegaskan prinsip kesetaraan tersebut melalui Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) pada 2008.

Indonesia pun mengadopsinya lewat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Baca juga: Bukan Harta Berlimpah, Ini Rahasia Bikin Keluarga Bahagia

Di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meluncurkan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (SETARA). Pedoman ini menjadi tonggak penting bagi inklusi keuangan di Tanah Air.

Namun, regulasi saja tidak cukup. Di lapangan, masih ada sejumlah hambatan yang kerap ditemui. Materi literasi keuangan jarang disajikan dalam bentuk yang ramah bagi penyandang disabilitas, akses informasi terbatas, dan program yang berkesinambungan masih minim. Kondisi ini membuat kelompok disabilitas sering kali tertinggal dalam hal pemahaman dasar mengelola keuangan.

Program FIESTA sendiri dirancang agar siswa tidak merasa terbebani dengan teori yang rumit. Modul pembelajaran disusun dalam bentuk permainan, aktivitas visual, dan simulasi interaktif.

Metode itu berfokus untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sehingga mereka semakin memahami konsep sederhana, seperti cara memperoleh uang, menabung, dan menggunakannya dengan bijak.

Baca juga: Ketika Nasabah Jadi Pusat Inovasi Layanan Asuransi

Salah satu sesi yang paling digemari adalah simulasi toko. Siswa bergantian menjadi penjual dan pembeli, belajar menghitung harga, membayar dengan uang mainan, dan memberi kembalian.

Aktivitas itu sederhana, tetapi sarat makna. Dari sini, mereka belajar konsep prioritas kebutuhan sekaligus keterampilan dasar berhitung yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi capai SDGs

Kemeriahan para siswa SLBN 02 Jakarta bermain puzzle literasi keuangan FWD Insurance Kemeriahan para siswa SLBN 02 Jakarta bermain puzzle literasi keuangan

Keberhasilan FIESTA tidak terlepas dari peran Prestasi Junior Indonesia (PJI). Organisasi ini telah berpengalaman dalam memberikan edukasi kewirausahaan dan literasi keuangan bagi anak muda di Indonesia. PJI menyesuaikan metode pembelajarannya agar bisa diterima oleh siswa dengan kebutuhan khusus.

Kerja sama FWD Insurance dan PJI sebelumnya juga melahirkan program JA SparktheDream pada 2023. Program ini menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) di lebih dari 10 kota besar, mulai dari Jakarta, Tangerang, Depok, Bandung, Surabaya, hingga Bali.

Melalui JA SparktheDream, ribuan pelajar telah mendapat pengenalan awal tentang cara merencanakan masa depan secara finansial.

Baca juga: Investasi Kecil untuk Warisan Besar, Ini Alasan Orangtua Harus Mempertimbangkan Asuransi Jiwa

Kedua program sejatinya saling melengkapi. Jika JA SparktheDream memperluas jangkauan literasi keuangan di kalangan remaja, FIESTA memastikan siswa penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam mendapatkan akses pengetahuan yang sama.

Mendorong literasi keuangan inklusif sejatinya juga merupakan bagian dari upaya mendukung agenda global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Literasi keuangan yang ramah disabilitas bersinggungan langsung dengan tiga tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pertama, mendukung pencapaian pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata bagi semua orang, sebagaimana ditekankan dalam SDG 4.

Kedua, membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk memiliki peluang kemandirian ekonomi melalui pekerjaan layak atau wirausaha yang selaras dengan SDG 8.

Ketiga, memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam akses informasi ataupun layanan keuangan sebagaimana tujuan SDG 10 yang menekankan pentingnya mengurangi kesenjangan.

Baca juga: Urusan Asuransi Kini Lebih Mudah lewat Aplikasi Omne by FWD

Program seperti FIESTA tidak hanya memberi manfaat langsung bagi individu, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan secara lebih luas.

Tak dapat dimungkiri bahwa FIESTA dimulai dengan menjangkau sebagian kecil sekolah. Namun, FWD Insurance optimistis bahwa inisiatif ini dapat membuka jalan bagi model pembelajaran inklusif yang bisa direplikasi di banyak tempat.

FWD Insurance berkomitmen untuk mendorong literasi keuangan yang inklusif dan menjangkau masyarakat yang lebih luas sebagai upaya perusahaan dalam mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi.

Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, FWD Insurance meyakini bahwa literasi keuangan bagi penyandang disabilitas bisa berkembang lebih luas, bukan hanya sebagai pengetahuan, melainkan juga sebagai modal untuk meraih kemandirian ekonomi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
BUMN
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
LSM/Figur
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau