KOMPAS.com - Google mengumumkan telah menandatangani kesepakatan multi years baru dengan AMP Robotics, penyedia teknologi daur ulang berbasis AI.
Dalam kesepakatan ini, Google akan membeli kredit penghapusan karbon sebanyak 200.000 ton yang dihasilkan melalui proyek pemanfaatan limbah organik TPA.
Melansir ESG Today, Rabu (18/3/2026) proyek ini bertujuan menghindari emisi gas rumah kaca dengan cara mengubah sampah organik tersebut menjadi biochar.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), sampah padat perkotaan yang ditimbun di tempat pembuangan akhir (TPA) adalah sumber emisi metana terbesar ketiga yang dihasilkan manusia di Amerika Serikat.
Didirikan pada tahun 2015, AMP yang berbasis di Colorado menerapkan teknologi AI dan otomasi pada pemilahan sampah yang memungkinkan pemulihan komoditas secara ekonomis.
Baca juga: Google Beli 1,17 GW Energi Bebas Karbon demi Pusat Data Rendah Emisi
Perusahaan ini pun mengembangkan teknologi pemilahan berbasis AI untuk memulihkan material organik dari fasilitas sampah padat perkotaan, yang kemudian akan diubah menjadi biochar untuk mengunci gas rumah kaca yang seharusnya terlepas ke atmosfer saat sampah tersebut membusuk.
Tahun lalu, AMP menandatangani kontrak berdurasi 20 tahun dengan otoritas limbah regional SPSA yang berbasis di Virginia. Kontrak ini bertujuan untuk menerapkan sistem pengolahan sampah padat perkotaan secara hemat biaya, serta meningkatkan angka daur ulang dan pengalihan sampah dari TPA.
AMP menyatakan bahwa proyek tersebut nantinya akan mengolah 540.000 ton sampah per tahun, dengan setidaknya 50 persen sampah dialihkan atau digunakan kembali. AMP juga mencatat bahwa setiap satu ton sampah yang dialihkan mampu mengurangi atau mengunci lebih dari 0,7 ton setara CO2 (CO2e).
Dan dengan perjanjian baru dengan Google, ini juga akan memungkinkan mereka untuk menambah kapasitas produksi biochar pada proyek tersebut, serta membuka potensi untuk mengubah lima juta ton sampah organik menjadi biochar selama 20 tahun ke depan.
“Industri limbah dibangun untuk mengambil nilai dari berbagai material. Dengan biochar, kita dapat mengubah sampah organik dari sumber utama emisi menjadi aset penyimpan karbon yang tahan lama bagi pemerintah daerah dan operator limbah," ungkap
Matanya Horowitz, pendiri dan Chief Technology Officer AMP.
"Bersama Google, kami membantu mengubah salah satu sektor ekonomi dengan intensitas emisi tertinggi menjadi kekuatan yang berdampak positif bagi iklim,” paparnya lagi.
Baca juga: Sampah Puntung Rokok Berpotensi Berubah Jadi Mikroplastik
Selain kesepakatan penghapusan karbon tersebut, Google dan AMP juga menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama untuk menyusun kerangka kerja guna mengukur dampak pengalihan sampah yang dipadukan dengan penghapusan karbon biochar terhadap eliminasi metana.
Hal ini bertujuan untuk membantu memperluas skala solusi tersebut di seluruh industri limbah perkotaan.
“Kami antusias untuk menggerakkan pendekatan pengelolaan limbah yang mampu menjawab dua tantangan perubahan iklim sekaligus: pemanasan jangka pendek dari metana dan pemanasan jangka panjang dari karbon dioksida," terang Randy Spock, Kepala Kredit dan Penghapusan Karbon di Google.
" Teknologi AMP, melalui kemitraannya dengan otoritas pengelolaan limbah setempat, menawarkan cara yang dapat diperluas skalanya untuk mengubah material sampah organik menjadi solusi iklim yang nyata, sembari mendukung masyarakat lokal melalui pengurangan limbah dan mitigasi polusi udara,” tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya