Berdasarkan makalah yang ditulis sejumlah peneliti Jepang pada tahun 2019, kenaikan suhu selama 40 tahun terakhir telah mengganggu siklus panen biji pohon ek.
Kenaikan suhu akibat krisis iklim tersebut juga memperpendek siklus panen biji pohon ek hanya menjadi dua tahun, bukan tiga hingga empat tahun seperti sebelumnya, dilansir dari Japan Times.
Merujuk laporan para peneliti Amerika Serikat, musim dingin yang hangat akibat krisis iklim juga menganggu pola hibernasi beruang.
Imbasnya, beruang semakin aktif lebih lama hingga musim dingin, atau bahkan tidak berhibernasi sama sekali.
Tak hanya itu, terdapat peringatan risiko konflik antara manusia dan beruang pada masa depan.
Kendati demikian, mitigasi krisis iklim di tingkat global dinilai mengalami kemunduran. Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belem, Brasil, pada November 2025 berakhir tanpa konsensus tentang transisi energi dari bahan bakar fosil yang merupakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar.
“Tidak ada elemen penting dalam COP tahun ini. Kegiatan COP masa mendatang mungkin akan seperti ini untuk sementara waktu. Tanpa kerangka kerja baru yang menggantikan Perjanjian Paris, COP akan menjadi tempat untuk menegaskan pemahaman bersama di antara negara-negara, dan untuk mengambil langkah-langkah bertahap ke depan," tutur peneliti di Mitsubishi Research Institute dan pakar kredit karbon, Kenichiro Yamaguchi, yang menghadiri konferensi di Belem, Brasil.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya