Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Bakar Plastik untuk Rumah Tangga, Ahli Jelaskan Dampaknya

Kompas.com, 9 Januari 2026, 14:23 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Masyarakat di negara berkembang masih ada yang membakar plastik untuk memasak di rumah, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Peneliti menyurvei lebih dari 1.000 responden di 26 negara berpenghasilan rendah dan menengah di Asia, Afrika, serta Amerika Latin. Mereka mencatat, satu dari tiga responden mengaku mengetahui rumah tangga yang membakar plastik, sedangkan 16 persen lainnya mengatakan mereka sendiri pernah membakar plastik.

Baca juga: 

“Ketika keluarga tidak mampu membeli bahan bakar yang lebih bersih dan tidak memiliki layanan pengumpulan sampah yang andal, plastik menjadi gangguan sekaligus sumber energi pilihan terakhir," kata penulis utama studi, Bishal Bharadwaj, dilansir dari The Guardian, Jumat (9/1/2026).

Bahaya bakar plastik untuk kebutuhan rumah tangga

Bisa disebabkan pengelolaan limbah yang buruk

Tim peneliti menemukan bukti bahwa banyak masyarakat membakar kantong plastik, kemasan plastik, ataupun botol hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dasar.

“Praktik ini jauh lebih meluas daripada yang disadari siapa pun, tapi karena terjadi di komunitas yang terpinggirkan dan sering kali tersembunyi, praktik ini luput dari perhatian global," imbuh Bharadwaj.

Di sisi lain, peneliti melaporkan pembakaran plastik tidak hanya disebabkan kesulitan mendapatkan sumber energi, tapi juga hasil dari tingkat pengelolaan limbah yang buruk.

Direktur Curtin Institute for Energy Transition di Perth sekaligus penulis studi, Peta Ashworth menyebut fenomena itu sebagai dampak gabungan berbagai masalah.

“Sebagian alasannya adalah karena orang-orang ini lebih rentan dan mereka tidak memiliki dana untuk membeli bahan bakar masak yang bersih,” ucap Ashworth.

Selain itu, meningkatnya polusi plastik dan pembuangan sampah yang tidak memadai juga menjadi faktor penyebabnya.

Ashworth mendesak pemerintah meningkatkan program pengelolaan limbah serta akses ke metode memasak bersih, melalui subsidi ataupun intervensi lainnya.

Terlebih, data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan, limbah plastik global diproyeksikan bakal melonjak hampir tiga kali lipat pada 2060.

Baca juga:

Risiko kesehatan mengintai, apa saja?

Perempuan, anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas paling rentan

Studi menemukan bahwa masih banyak masyarakat di negara berkembang yang membakar plastik untuk memasak. Apa dampaknya?SHUTTERSTOCK/GOFFKEIN.PRO Studi menemukan bahwa masih banyak masyarakat di negara berkembang yang membakar plastik untuk memasak. Apa dampaknya?

Penelitian menunjukkan, rumah tangga kerap menggunakan kompor sederhana seperti tungku tiga batu, kompor arang, ataupun pembakar darurat untuk membakar plastik, yang menghasilkan asap beracun ke area sekitarnya.

Dilansir dari Phys.org, Profesor Western Australian School of Mines (WASM) Curtin, Hari Vuthaluru menuturkan, pembakaran material seperti plastik campuran dan polivinil klorida (PVC) menyebabkan risiko serius dari emisi beracun.

Perempuan, anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang paling rentan terpapar.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Swasta
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
LSM/Figur
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi 'Open Dumping' Belum Efektif
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi "Open Dumping" Belum Efektif
LSM/Figur
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
LSM/Figur
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau