Ketika PVC dibakar, jelas Vuthaluru, melepaskan dioksin dan furan yang termasuk polutan paling berbahaya.
Baca juga: Korea Selatan Larang Label Plastik di Botol Air Minum per Januari 2026
"Senyawa-senyawa ini bertahan di lingkungan, menumpuk dalam rantai makanan dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk kanker, gangguan reproduksi, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. PVC menempati peringkat ketiga sebagai plastik yang paling sering dibakar, yang sangat mengkhawatirkan," terang Vuthaluru.
Peneliti pendamping, Pramesh Dhungana menyampaikan, risetnya menunjukkan 60 persen responden menyetujui bahan kimia beracun dari pembakaran plastik bisa mencemari makanan ataupun minuman.
Studi di dekat lokasi pembakaran plastik membuktikan adanya senyawa beracun dalam sampel telur dan tanah.
"Ketika plastik terbakar di dekat rumah dan area persiapan makanan, racun ini dapat menempel pada tanaman, masuk ke sumber air, dan menumpuk dalam makanan, menciptakan krisis kesehatan tersembunyi bagi masyarakat yang sudah menghadapi tantangan signifikan," jelas Dhungana.
Baca juga: Limbah Plastik Diprediksi Capai 280 Juta Metrik Ton Tahun 2040, Apa Dampaknya?
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya