KOMPAS.com - Science Based Targets initiative (SBTi) mengumumkan, jumlah perusahaan yang memiliki target iklim berbasis sains yang tervalidasi telah melewati angka 10.000.
Target iklim berbasis sains atau Science-based Climate Targets merupakan target pengurangan emisi yang selaras dengan apa yang menurut ilmuwan diperlukan untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris yaitu membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius di atas tingkat pra-industri.
Baca juga:
Pencapaian ini menandai pertumbuhan signifikan bagi organisasi tersebut, dengan lebih dari 2.800 perusahaan baru yang tervalidasi pada tahun 2025.
Jumlah total perusahaan yang tervalidasi tersebut meningkat hampir 40 persen dari sekitar 7200 pada awal tahun 2025.
“Perusahaan menetapkan target berbasis sains karena mereka menyadari manfaat strategis, reputasi, dan keuangan dari transformasi bisnis net-zero," kata CEO Science Based Targets initiative, David Kennedy, dilansir dari ESG Today, Jumat (22/1/2026).
"Tonggak sejarah ini mencerminkan komitmen yang semakin besar dari perusahaan untuk menetapkan target yang kredibel dan akuntabel, dan kami berharap dapat mendukung lebih banyak perusahaan lagi seiring berlanjutnya transisi ini,” tambah dia.
Baca juga:
Jumlah perusahaan dengan target iklim berbasis sains versi SBTi tembus 10.000. SBTi didirikan pada tahun 2015 dengan tujuan menetapkan penetapan target lingkungan berbasis sains sebagai praktik standar perusahaan.
Fungsi utama organisasi ini meliputi menetapkan dan mempromosikan praktik terbaik dalam pengurangan emisi dan target net-zero yang selaras dengan ilmu iklim.
Tidak hanya itu, organisasi ini juga memberikan bantuan teknis kepada perusahaan yang menetapkan target berbasis sains, serta memberikan penilaian dan validasi independen atas target pengurangan emisi perusahaan tersebut.
Standar Net-Zero Korporat pertama yang menjadi unggulan organisasi ini diterbitkan pada tahun 2021.
Saat ini SBTi sedang dalam proses memperbarui standar tersebut, dengan baru-baru ini merilis draf Standar Net-Zero Korporat V2.
Baca juga:
Menurut SBTi, perusahaan dengan target yang telah divalidasi sekarang mewakili lebih dari 40 persen kapitalisasi pasar global dan tersebar di lebih dari 90 negara, di berbagai sektor dan ukuran perusahaan.
Organisasi tersebut mencatat bahwa pertumbuhan jumlah perusahaan Asia dengan target yang tervalidasi sangat kuat.
Jepang saat ini memiliki jumlah perusahaan tervalidasi tertinggi yaitu lebih dari 2.000, diikuti oleh Inggris, Amerika Serikat, dan China.
Hal tersebut terjadi meskipun secara keseluruhan, perusahaan yang berkantor pusat di Eropa masih menyumbang sebagian besar dari total tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya