Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat

Kompas.com, 13 Januari 2026, 21:48 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - CDP, platform pelaporan keberlanjutan lingkungan, mengumumkan daftar perusahaan dengan kinerja terbaik tahun 2025. Ada lonjakan tajam terkait jumlah perusahaan yang menerima skor A di setiap kategori utamanya, termasuk iklim, air, dan hutan.

Secara keseluruhan, CDP melaporkan bahwa jumlah perusahaan dalam daftar A tersebut sebanyak 877 perusahaan pada tahun 2025, atau naik lebih dari 70 persen dibandingkan tahun 2024.

Baca juga: 

Sementara itu jumlah perusahaan yang mendapat predikat Triple A, karena meraih skor tertinggi di setiap kategori, meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 23 perusahaan tahun ini.

Perusahaan berkinerja lingkungan terbaik meningkat 2025

Perusahaan untuk kategori iklim, air, dan hutan mengalami peningkatan

CDP mengelola sistem pengungkapan lingkungan global, yang memungkinkan investor dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengukur serta melacak kinerja organisasi dalam bidang keberlanjutan lingkungan utama, termasuk keamanan iklim, hutan, dan air.

Menurut CDP, dalam siklus pelaporan tahun 2025, sebanyak empat persen perusahaan yang dinilai menerima skor A pada setidaknya satu metrik, mengalami kenaikan dari yang sebelumnya hanya sekitar dua persen pada tahun 2024.

CDP mencatat lonjakan lebih dari 70 persen perusahaan dengan skor A pada 2025. Kinerja iklim, air, dan hutan menunjukkan peningkatan signifikan.DOK. pexels/fauxels. CDP mencatat lonjakan lebih dari 70 persen perusahaan dengan skor A pada 2025. Kinerja iklim, air, dan hutan menunjukkan peningkatan signifikan.

Sementara itu, berdasarkan kategori, 751 perusahaan yang mendapat skor A untuk iklim, mengalami kenaikan sebesar 63 persen dari 515 perusahaan pada tahun 2024.

Jumlah perusahaan dengan skor A untuk keamanan air meningkat hampir dua kali lipat dari 133 perusahaan menjadi 263 perusahaan.

Sementara itu, dalam kategori hutan, jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 55 perusahaan, dibandingkan dengan 26 perusahaan pada tahun 2024.

Baca juga:

Berdasarkan wilayah, CDP mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan di Asia dan Eropa menjadi yang terdepan dalam hal transparansi dan praktik keberlanjutan pada tahun 2025.

Negara-negara yang memiliki proporsi perusahaan A tertinggi ini termasuk Jepang, Perancis, dan Turkiye masing-masing sebesar 12 persen; Portugal dan Spanyol sebesar sembilan persen; dan Taiwan sebesar delapan persen.

"Momen pengungkapan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa organisasi dari setiap ukuran dan sektor mengakui nilai dari informasi yang transparan untuk memperkuat ketahanan, mendukung inovasi, dan membuka peluang investasi," kata CEO CDP, Sherry Madera.

"Daftar 'A' dari CDP mencerminkan contoh-contoh terdepan dari ambisi ini, tapi kisah yang sebenarnya terletak pada komitmen global untuk membuat data lingkungan terlihat dan dapat ditindaklanjuti,” tambah dia. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Satu Dekade Pasca-Perjanjian Paris, Pemanasan Global Justru Makin Cepat
Satu Dekade Pasca-Perjanjian Paris, Pemanasan Global Justru Makin Cepat
Pemerintah
Lawan Krisis Iklim, Prancis Minta Warganya Kurangi Makan Daging
Lawan Krisis Iklim, Prancis Minta Warganya Kurangi Makan Daging
Pemerintah
IEA: Permintaan Global Baterai Litium-Ion Melonjak Tajam
IEA: Permintaan Global Baterai Litium-Ion Melonjak Tajam
Pemerintah
Ketika Fenomena 'Overwork' Dirasakan Banyak Para Pekerja Muda...
Ketika Fenomena "Overwork" Dirasakan Banyak Para Pekerja Muda...
LSM/Figur
Krisis Finansial Global Bisa Muncul Akibat Pemerintah Abai Risiko Iklim
Krisis Finansial Global Bisa Muncul Akibat Pemerintah Abai Risiko Iklim
Pemerintah
81 Persen Perusahaan di Indonesia Sulit Dapat Kandidat Sesuai Kebutuhan
81 Persen Perusahaan di Indonesia Sulit Dapat Kandidat Sesuai Kebutuhan
Swasta
Atasi Krisis Pangan Global, Sistem Agrifood Perlu Perubahan Total
Atasi Krisis Pangan Global, Sistem Agrifood Perlu Perubahan Total
Pemerintah
Bandara Heathrow Targetkan Pemakaian Avtur Berkelanjutan 5,6 Persen pada 2026
Bandara Heathrow Targetkan Pemakaian Avtur Berkelanjutan 5,6 Persen pada 2026
Pemerintah
Selandia Baru Ungkap Besarnya Potensi Panas Bumi di Sulawesi Utara
Selandia Baru Ungkap Besarnya Potensi Panas Bumi di Sulawesi Utara
BUMN
Kisah Faris Budiman, Kampanyekan Kesehatan Anak lewat Karya Animasi
Kisah Faris Budiman, Kampanyekan Kesehatan Anak lewat Karya Animasi
LSM/Figur
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga Sepekan ke Depan
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Ahli Jelaskan Solusi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane, Pakai Eceng Gondok?
Ahli Jelaskan Solusi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane, Pakai Eceng Gondok?
LSM/Figur
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
Pemerintah
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
LSM/Figur
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau