Editor
KOMPAS.com - Indonesia resmi bergabung dengan "The Coalition to Grow Carbon Markets", sebuah koalisi internasional yang mendorong pengembangan pasar kredit karbon berintegritas tinggi untuk memperluas pembiayaan iklim, khususnya bagi solusi berbasis alam.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam diskusi meja bundar bertajuk "Advancing Indonesia–UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets" yang digelar di kantor pusat Standard Chartered di London, Inggris, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan itu berlangsung setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam rangka peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris.
Baca juga: Halal dan Tayib, Keuangan Syariah Jadi Solusi Pembiayaan Iklim
Melalui keikutsertaan tersebut, Kementerian Kehutanan mewakili sektor kehutanan dan solusi berbasis alam Indonesia dalam koalisi yang kini beranggotakan 11 pemerintah.
Koalisi ini diketuai bersama oleh Inggris, Singapura, dan Kenya, serta beranggotakan Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia.
Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia memiliki modal alam yang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis alam, termasuk hutan hujan tropis, ekosistem mangrove, dan lahan gambut.
Menurut dia, pasar kredit karbon berintegritas tinggi memiliki potensi untuk mendukung penurunan emisi, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pertumbuhan ekonomi hijau.
“Sebagai anggota koalisi, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam,” ujar Raja Juli Antoni.
Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, Rachel Kyte, menyambut bergabungnya Indonesia dan menilai langkah tersebut dapat memperkuat peran pasar karbon dalam menyediakan pendanaan bagi perlindungan alam dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Triwulan I 2025, BRI Catat Pembiayaan Hijau Capai Rp 89,9 Triliun
Sementara itu, Chief Executive Officer Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro, menyatakan keikutsertaan Indonesia diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas, transparansi, dan permintaan pasar kredit karbon berintegritas tinggi, khususnya yang mendukung solusi berbasis alam.
The Coalition to Grow Carbon Markets diluncurkan pada London Climate Action Week pada Juni 2025 dan bertujuan menyelaraskan kebijakan lintas negara untuk mendorong partisipasi dunia usaha dalam pasar kredit karbon.
Koalisi ini juga mengembangkan Shared Principles for Growing High-Integrity Use of Carbon Credits sebagai kerangka kerja bersama bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung aksi iklim global.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya