Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandarlampung Tambah 46 Mobil Sampah Baru

Kompas.com, 23 Januari 2026, 20:05 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Lampung, akan menambah 46 mobil sampah baru untuk mendukung kebersihan kota. Tanpa dukungan armada yang cukup, risiko penumpukan sampah bisa terjadi di banyak titik.

"Tahun ini kami akan menambah 46 armada pengangkut sampah baru," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, Budi Ardiyanto, dilansir dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Baca juga:

Penambahan ini diharapkan bisa meningkatkan efektivitas pelayanan kebersihan di seluruh wilayah kota. Pemkot ingin memastikan tidak ada kawasan yang tertinggal dalam layanan pengangkutan sampah.

Bandarlampung tambah 46 mobil sampah baru

Armada terdiri dari dump truck, truk ambrol, dan mobil Carry

Budi menjelaskan bahwa puluhan armada baru tersebut memiliki jenis yang berbeda. Armada ini disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan karakter wilayah.

Sebanyak 46 mobil sampah tersebut terdiri atas 20 unit dump truck, 15 unit truk ambrol, dan 11 unit mobil Carry.

Sebelum adanya penambahan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung telah mengoperasikan 109 armada pengangkut sampah. 

Armada tersebut terdiri dari 60 dump truck, 24 truk ambrol, dan 25 mobil Carry.

Dengan tambahan 46 armada baru, jumlah kendaraan pengangkut sampah di Bandarlampung akan meningkat signifikan. Hal ini diharapkan bisa memperluas jangkauan layanan kebersihan.

Baca juga:

Bandarlampung menambah 46 mobil sampah baru untuk meningkatkan kebersihan dan mempercepat pengangkutan di 20 kecamatan.PIXABAY/STEFAN SCHWEIHOFER Bandarlampung menambah 46 mobil sampah baru untuk meningkatkan kebersihan dan mempercepat pengangkutan di 20 kecamatan.

Menurut DLH, kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah. Tujuannya adalah memastikan seluruh wilayah kota tetap terlayani secara optimal dan terhindar dari penumpukan sampah.

"Penambahan armada ini dilakukan sebagai respons atas tingginya volume sampah harian serta padatnya jadwal operasional pengangkutan yang berlangsung hampir sepanjang hari di 20 kecamatan se-Kota Bandarlampung," kata Budi.

Dinas Lingkungan Hiudp mencatat bahwa kegiatan pengangkutan sampah di Bandarlampung dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Proses ini berlangsung hingga malam hari dengan batas operasional maksimal pukul 00.00 WIB.

"Jadi setidaknya dengan adanya armada baru hal ini dapat mempercepat proses pengangkutan sampah dan menekan potensi kerusakan kendaraan lama sehingga pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan," jelas dia.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG
SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG
Pemerintah
Peneliti Ciptakan Energi Listrik dari Urin, Berpotensi Jadi EBT Baru
Peneliti Ciptakan Energi Listrik dari Urin, Berpotensi Jadi EBT Baru
LSM/Figur
Studi Sebut Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Lansia
Studi Sebut Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Lansia
LSM/Figur
1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun
1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun
LSM/Figur
AI Bikin Jaringan 5G Lebih Hemat Energi, Bantu Capai Target ESG
AI Bikin Jaringan 5G Lebih Hemat Energi, Bantu Capai Target ESG
LSM/Figur
Angka Kematian Ibu Meningkat Drastis di Wilayah Konflik dan Rentan
Angka Kematian Ibu Meningkat Drastis di Wilayah Konflik dan Rentan
Pemerintah
Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim
Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim
LSM/Figur
Jelang Ramadhan, Listrik di Aceh Masih Padam dan Warga Harus Jalan Kaki demi Bantuan
Jelang Ramadhan, Listrik di Aceh Masih Padam dan Warga Harus Jalan Kaki demi Bantuan
LSM/Figur
Pemerintah Buka Akses Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah Buka Akses Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah
24 Perusahaan Ikut Tender Pembangunan Fasilitas 'Waste to Energy' Danantara
24 Perusahaan Ikut Tender Pembangunan Fasilitas "Waste to Energy" Danantara
Pemerintah
AI Diklaim Cegah Kerusakan Iklim, Benarkah?
AI Diklaim Cegah Kerusakan Iklim, Benarkah?
LSM/Figur
Polusi Nitrogen Ganggu Penyerapan Karbon dan Ritme Respirasi Hutan
Polusi Nitrogen Ganggu Penyerapan Karbon dan Ritme Respirasi Hutan
LSM/Figur
Siswa MAN 1 Kendari Olah Limbah Kulit Udang dan Kepiting Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Siswa MAN 1 Kendari Olah Limbah Kulit Udang dan Kepiting Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Jakarta Utara Harus Jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional, Ini Alasannya
Jakarta Utara Harus Jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional, Ini Alasannya
Pemerintah
Satu Dekade Pasca-Perjanjian Paris, Pemanasan Global Justru Makin Cepat
Satu Dekade Pasca-Perjanjian Paris, Pemanasan Global Justru Makin Cepat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau