Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emisi Listrik China dan India Turun, Pertama Kalinya dalam 52 Tahun

Kompas.com, 27 Januari 2026, 22:28 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Reuters

KOMPAS.com - India dan China berhasil menurunkan emisi dari sektor pembangkit listrik. Penurunan tersebut membantu menahan dampak lonjakan penggunaan batu bara di Amerika Serikat.

Menurut laporan terbaru Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), emisi listrik dari China dan India turun secara bersamaan untuk pertama kalinya dalam 52 tahun. Penurunan ini terjadi karena percepatan pembangunan energi bersih dalam skala besar.

Baca juga:

Para peneliti menyebut langkah ini menjadi sinyal penting terhadap arah transisi energi global.

“Penurunan emisi di China dan India pada 2025 adalah tanda dari perubahan besar yang akan datang,” kata Lauri Myllyvirta, analis utama CREA, lembaga riset independen yang terdaftar di Finlandia, Lauri Myllyvirta, dilansir dari Reuters, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa kedua negara menambah kapasitas pembangkit energi bersih dalam jumlah rekor pada tahun sebelumnya. Tambahan tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kenaikan kebutuhan listrik.

Emisi listrik China dan India menurun

Berdasarkan estimasi lembaga pemikir energi Ember, emisi sektor kelistrikan China turun sekitar 40 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e) pada tahun 2025. Angka ini setara dengan penurunan tahunan sekitar 0,7 persen.

Sementara itu, emisi dari pembangkit listrik India turun sekitar 38 juta tCO2e. Penurunan ini mencapai 4,1 persen dalam 11 bulan hingga akhir November.

Data Ember disusun dari statistik bulanan pemerintah masing-masing negara. Penurunan ini menjadi momen bersejarah karena selama satu dekade hingga 2024, China dan India justru menyumbang 93 persen kenaikan emisi karbon global dari sektor listrik.

Dalam 10 tahun tersebut, emisi pembangkit listrik China rata-rata naik 3,4 persen per tahun. India bahkan mencatat kenaikan 4,4 persen per tahun. 

Baca juga:

Lonjakan batu bara Amerika Serikat

China dan India berhasil menurunkan emisi listrik pada 2025. Langkah ini membantu meredam lonjakan batu bara Amerika Serikat.Wikimedia China dan India berhasil menurunkan emisi listrik pada 2025. Langkah ini membantu meredam lonjakan batu bara Amerika Serikat.

Penurunan emisi di Asia ini membantu mengimbangi lonjakan emisi di Amerika Serikat. Pada tahun 2025, emisi sektor listrik Amerika Serikat disebut meningkat tajam.

Menurut estimasi Ember, emisi pembangkit listrik Amerika Serikat naik sekitar 55,7 juta ton tCO2e. Kenaikan ini dipicu lonjakan produksi listrik berbasis batu bara sebesar 13,1 persen secara tahunan.

Akibatnya, emisi pembangkit listrik Amerika Serikat naik 3,3 persen pada tahun 2025, yang mana menjadi kenaikan tercepat dalam satu abad terakhir.

Namun, penurunan besar dari China dan India membuat emisi global tetap relatif datar. Tanpa kontribusi dua negara tersebut, kenaikan emisi dunia bisa jauh lebih besar.

China, India, dan Amerika Serikat secara bersama-sama menyumbang sekitar 60 persen emisi sektor listrik global.

Sektor listrik menyumbang sekitar 35 persen dari seluruh emisi penyebab perubahan iklim.

Energi bersih jadi kunci

CREA menilai penurunan emisi terjadi karena pembangunan energi bersih yang agresif. China dan India mempercepat pemasangan pembangkit tenaga surya, angin, dan sumber rendah karbon lainnya.

Tambahan kapasitas energi bersih ini mampu menutup kenaikan permintaan listrik yang terus meningkat. Dengan pasokan bersih yang lebih besar, ketergantungan pada batu bara mulai berkurang.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu harus diikuti kenaikan emisi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau