Penulis
KOMPAS.com - China melaporkan adanya peningkatan kualitas lingkungan ekologis sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi kerja perlindungan lingkungan ekologis nasional 2026, dilansir dari Antara, Jumat (16/1/2026).
Baca juga:
Peningkatan kualitas lingkungan ini terlihat dari berbagai indikator utama. Salah satunya adalah penurunan tingkat polusi udara.
Rata-rata konsentrasi partikel halus PM2.5 secara nasional pada 2025 tercatat sebesar 28 mikrogram per meter kubik.
Angka ini dinilai turun 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. PM2.5 dikenal sebagai partikel berbahaya yang berdampak langsung pada kesehatan manusia dan kualitas hidup.
Baca juga:
Selain penurunan polusi, jumlah hari dengan kualitas udara yang baik juga mengalami peningkatan.
Pada tahun 2025, proporsi hari dengan kualitas udara yang baik mencapai 89,3 persen. Angka ini naik 1,9 poin persentase secara tahunan atau year on year.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa udara bersih semakin sering dirasakan di berbagai wilayah China.
China melaporkan peningkatan kualitas lingkungan ekologis pada 2025. PM2.5 turun, kualitas udara dan air nasional membaik.Perbaikan kualitas lingkungan juga dinilai terlihat pada sektor air. Di tingkat nasional, proporsi badan air permukaan yang diklasifikasikan sebagai "berkualitas baik" mencapai 91,4 persen pada tahun 2025.
Angka tersebut meningkat satu poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan peningkatan kondisi sungai, danau, dan sumber air permukaan lainnya.
Tidak hanya air darat, kualitas lingkungan perairan pesisir juga disebut mengalami perbaikan.
Proporsi perairan pesisir dengan peringkat “berkualitas baik” tercatat sebesar 84,9 persen pada 2025.
Angka tersebut meningkat 1,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan pengelolaan wilayah pesisir dan aktivitas laut.
Baca juga:
Adapun lingkungan pesisir yang lebih bersih penting bagi keanekaragaman hayati laut dan ekonomi pesisir. Sektor perikanan dan pariwisata sangat bergantung pada kualitas perairan.
Ke depan, Kementerian Ekologi dan Lingkungan China telah menguraikan sejumlah tugas utama untuk 2026.
Fokus utama mencakup pencegahan polusi yang lebih ketat, penguatan pengawasan lingkungan, serta percepatan inovasi teknologi. Langkah ini bertujuan menjaga tren perbaikan kualitas lingkungan agar tetap berlanjut.
Pencegahan polusi akan terus menjadi prioritas utama. Pengawasan lingkungan diperkuat untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.
Sementara itu, inovasi teknologi dipercepat untuk mendukung solusi ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya