Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kualitas Udara dan Air di China Meningkat pada 2025

Kompas.com, 16 Januari 2026, 16:42 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - China melaporkan adanya peningkatan kualitas lingkungan ekologis sepanjang tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi kerja perlindungan lingkungan ekologis nasional 2026, dilansir dari Antara, Jumat (16/1/2026).

Baca juga:

Kualitas lingkungan di China meningkat pada tahun 2025

Konsentrasi PM2.5 menurun, kualitas udara membaik

Peningkatan kualitas lingkungan ini terlihat dari berbagai indikator utama. Salah satunya adalah penurunan tingkat polusi udara.

Rata-rata konsentrasi partikel halus PM2.5 secara nasional pada 2025 tercatat sebesar 28 mikrogram per meter kubik.

Angka ini dinilai turun 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. PM2.5 dikenal sebagai partikel berbahaya yang berdampak langsung pada kesehatan manusia dan kualitas hidup.

Baca juga:

Selain penurunan polusi, jumlah hari dengan kualitas udara yang baik juga mengalami peningkatan.

Pada tahun 2025, proporsi hari dengan kualitas udara yang baik mencapai 89,3 persen. Angka ini naik 1,9 poin persentase secara tahunan atau year on year.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa udara bersih semakin sering dirasakan di berbagai wilayah China.

China melaporkan peningkatan kualitas lingkungan ekologis pada 2025. PM2.5 turun, kualitas udara dan air nasional membaik.Dok. Wikimedia Commons/UserAlbert China melaporkan peningkatan kualitas lingkungan ekologis pada 2025. PM2.5 turun, kualitas udara dan air nasional membaik.

Perbaikan kualitas lingkungan juga dinilai terlihat pada sektor air. Di tingkat nasional, proporsi badan air permukaan yang diklasifikasikan sebagai "berkualitas baik" mencapai 91,4 persen pada tahun 2025.

Angka tersebut meningkat satu poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan peningkatan kondisi sungai, danau, dan sumber air permukaan lainnya.

Tidak hanya air darat, kualitas lingkungan perairan pesisir juga disebut mengalami perbaikan.

Proporsi perairan pesisir dengan peringkat “berkualitas baik” tercatat sebesar 84,9 persen pada 2025.

Angka tersebut meningkat 1,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan pengelolaan wilayah pesisir dan aktivitas laut.

Baca juga:

Adapun lingkungan pesisir yang lebih bersih penting bagi keanekaragaman hayati laut dan ekonomi pesisir. Sektor perikanan dan pariwisata sangat bergantung pada kualitas perairan. 

Ke depan, Kementerian Ekologi dan Lingkungan China telah menguraikan sejumlah tugas utama untuk 2026.

Fokus utama mencakup pencegahan polusi yang lebih ketat, penguatan pengawasan lingkungan, serta percepatan inovasi teknologi. Langkah ini bertujuan menjaga tren perbaikan kualitas lingkungan agar tetap berlanjut.

Pencegahan polusi akan terus menjadi prioritas utama. Pengawasan lingkungan diperkuat untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.

Sementara itu, inovasi teknologi dipercepat untuk mendukung solusi ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ayam Hutan Indonesia Terancam Kehilangan Kemurnian Genetik akibat Perburuan dan Persilangan
Ayam Hutan Indonesia Terancam Kehilangan Kemurnian Genetik akibat Perburuan dan Persilangan
LSM/Figur
Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
Pemerintah
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
Pemerintah
70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
Pemerintah
Dampak El Niño: 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut dalam Waktu Dekat
Dampak El Niño: 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut dalam Waktu Dekat
Pemerintah
Isu Kesehatan PBB: Ibu Masih Kurang Dukungan untuk  Menyusui
Isu Kesehatan PBB: Ibu Masih Kurang Dukungan untuk Menyusui
Pemerintah
 Populasi Gajah Sumatra Diperkirakan Tinggal 900-1.350 Ekor, Habitat Terus Terfragmentasi
Populasi Gajah Sumatra Diperkirakan Tinggal 900-1.350 Ekor, Habitat Terus Terfragmentasi
LSM/Figur
Studi: Kekeringan dan Banjir Akibat Perubahan Jarang Jadi Berita Internasional
Studi: Kekeringan dan Banjir Akibat Perubahan Jarang Jadi Berita Internasional
Pemerintah
 Polusi Cahaya Jadi Tantangan Pengamatan Hujan Meteor Perseid
Polusi Cahaya Jadi Tantangan Pengamatan Hujan Meteor Perseid
LSM/Figur
Perkuat Jejaring Diaspora, Festival Indonesia Digelar untuk Pertama Kali di Chiba Jepang
Perkuat Jejaring Diaspora, Festival Indonesia Digelar untuk Pertama Kali di Chiba Jepang
LSM/Figur
Penangkapan Ikan Marak Pakai Bom, Terumbu Karang di Indonesia Terancam
Penangkapan Ikan Marak Pakai Bom, Terumbu Karang di Indonesia Terancam
Pemerintah
Akibat Perubahan Iklim, Paus dan Lumba-lumba, Makin Sering Terdampar di Pesisir
Akibat Perubahan Iklim, Paus dan Lumba-lumba, Makin Sering Terdampar di Pesisir
LSM/Figur
Pangkas Kesenjangan, Operasi Transplantasi Kornea Pertama Resmi Digelar di Ternate
Pangkas Kesenjangan, Operasi Transplantasi Kornea Pertama Resmi Digelar di Ternate
Swasta
Studi: Memanen Air Hujan dari Atap Jadi Solusi Atasi Suhu Ekstrem di Perkotaan
Studi: Memanen Air Hujan dari Atap Jadi Solusi Atasi Suhu Ekstrem di Perkotaan
Pemerintah
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Didorong Pakai Teknologi Perlindungan Satwa
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Didorong Pakai Teknologi Perlindungan Satwa
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau