KOMPAS.com - Korea Selatan dan China memperluas kerja sama di bidang industri, teknologi, dan penanganan krisis iklim. Hal itu diputuskan setelah para pemimpin kedua negara itu menandatangani serangkaian perjanjian pada Senin (5/1/2026).
Polusi udara dan krisis iklim menjadi isu lingkungan yang sensitif secara politik di Asia Timur. Debu halus lintas batas, cuaca ekstrem, dan peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) telah memaksa negara-negara di wilayah tersebut untuk berkoordinasi secara regional, khususnya Korea Selatan dan China sebagai negara penghasil emisi GRK terbesar di dunia.
Baca juga:
Kerja sama Korea Selatan dan China saat ini mencakup krisis iklim, ekonomi sirkular, hingga pengembangan pasar karbon Asia Timur.Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ekologi dan Lingkungan China mengenai kerja sama di sela-sela pertemuan puncak antara para pemimpin kedua negara, dilansir dari Eco-Business, Kamis (8/1/2026).
MoU ini memperbarui perjanjian kerja sama tahun 2014 untuk pertama kalinya dalam 12 tahun utnuk memperluas kolaborasi di luar isu kualitas udara.
Isu yang diangkat, di antaranya, debu halus dan pasir kuning, penanganan krisis iklim, kebijakan ekonomi sirkular, konservasi keanekaragaman hayati, serta pasar karbon.
Korea Selatan dan China sepakat mengadakan pertemuan para menteri lingkungan hidup dan dialog kebijakan tahunan secara bergantian di tingkat direktur jenderal.
Hal itu untuk meninjau tren kebijakan dan mengembangkan inisiatif bersama berdasarkan kesepakatan tersebut.
Kedua pihak akan menggunakan Pusat Kerja Sama Lingkungan Korea-China sebagai badan pelaksana utama dan penyusun rencana aksi reguler yang menetapkan area prioritas, tujuan jangka menengah, serta proyek-proyek spesifik.
Perjanjian tersebut meliputi penelitian bersama tentang polutan yang memengaruhi kualitas udara dan krisis iklim.
Perjanjian tersebut juga membangun kerja sama dalam penilaian dampak iklim, serta respons terhadap polusi suara dan cahaya.
Pertemuan di tingkat menteri antara Korea Selatan dengan China tersebut telah memperkuat fondasi kerja sama bilateral di bidang iklim dan lingkungan menuju peradaban hijau global yang bebas karbon.
Menteri Iklim Korea Selatan, Kim Sung-hwan mengatakan, pihaknya akan terus memajukan kerja sama dengan China di bidang lingkungan dan iklim untuk menciptakan hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya