Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja Charles III Inggris Soroti Krisis Iklim Global lewat Dokumenter

Kompas.com, 29 Januari 2026, 16:24 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Raja Charles III dari Inggris menyuarakan kekhawatirannya terhadap kondisi bumi. Hal tersebut ia sampaikan dalam film dokumenter terbaru berjudul Finding Harmony: A King’s Vision yang akan dirilis di Amazon Prime pada Jumat (6/2/2026). 

Dalam film itu, Raja Charles III disebut tampil jujur dan emosional saat membahas kondisi lingkungan dunia saat ini.

Baca juga:

“Arahnya justru semakin mundur,” kata Charles dalam dokumenter tersebut, dilansir dari AFP, Kamis (29/1/2026).

Raja Charles III khawatir akan kondisi lingkungan dunia

Raja Charles III disebut sebagai tokoh kerajaan yang sejak lama peduli pada isu lingkungan. Selama lebih dari 40 tahun, ia konsisten menyerukan perlindungan alam kepada para pemimpin dunia, institusi besar, dan masyarakat global.

Namun, dalam film ini, nada suaranya disebut terdengar lebih tegas. Penerus tahta Kerajaan Inggris dari Ratu Elizabeth II ini menilai waktu dunia semakin sempit.

“Kita seharusnya sudah melakukan ini sejak lama. Sekarang kita harus bergerak secepat mungkin,” ucap dia.

Perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati

Raja Charles III dari Inggris memperingatkan dunia yang dinilai semakin mundur dalam perjuangan melawan perubahan iklim.SHUTTERSTOCK/FREDERIC LEGRAND - COMEO Raja Charles III dari Inggris memperingatkan dunia yang dinilai semakin mundur dalam perjuangan melawan perubahan iklim.

Dalam dokumenter tersebut, Raja Charles III menegaskan bahwa masalah lingkungan tidak hanya soal iklim. Menurutnya, kehilangan keanekaragaman hayati adalah ancaman besar yang sering diabaikan.

“Ini bukan hanya tentang iklim. Ini juga tentang hilangnya keanekaragaman hayati,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa manusia sedang menghancurkan sumber kehidupannya sendiri. Alam yang rusak berarti masa depan manusia ikut terancam.

“Kita sebenarnya sedang menghancurkan cara kita bertahan hidup,” ucapnya.

Menurut Charles, kerusakan alam masih bisa diperbaiki. Namun, ia menyesalkan bahwa upaya tersebut dilakukan terlalu lambat.

“Kita adalah bagian dari alam. Kita bukan sesuatu yang terpisah darinya,” kata Raja Charles III.

Baca juga:

Dokumenter yang dibuat selama tujuh bulan

Film ini diproduksi selama tujuh bulan dan dilakukan di empat benua. Dokumenter tersebut menelusuri perjalanan panjang kepedulian Raja Charles III terhadap lingkungan sejak usia muda.

Sebanyak 75 tahun arsip rekaman digunakan dalam film ini. Arsip itu menunjukkan bagaimana Charles terus menyuarakan isu lingkungan jauh sebelum topik ini menjadi perhatian global.

Dokumenter ini juga menyoroti peran The King’s Foundation, lembaga amal yang ia dirikan. Lembaga tersebut aktif mendorong praktik keberlanjutan dan pendidikan lingkungan.

Salah satu contoh nyata ditampilkan melalui proyek Dumfries House di Skotlandia. Tempat ini menjadi pusat praktik pertanian berkelanjutan dan pelestarian alam. Model ini kemudian menginspirasi proyek serupa di berbagai negara.

Film ini diproduksi melalui kolaborasi antara The King’s Foundation, Amazon MGM Studios, dan Passion Planet. Narasi dokumenter dibawakan oleh aktris Hollywood asal Inggris, Kate Winslet. 

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Pemerintah
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Pemerintah
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
LSM/Figur
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
LSM/Figur
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
LSM/Figur
Banyak TPA Masih Terbakar Selama El Niño dan Musim Kemarau, Meski Praktik Open Dumping Dilarang
Banyak TPA Masih Terbakar Selama El Niño dan Musim Kemarau, Meski Praktik Open Dumping Dilarang
LSM/Figur
Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026
Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026
Pemerintah
Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Ahli Peringatkan Risiko Kesehatan dari Menghirup dan Lingkungan Tercemar
Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Ahli Peringatkan Risiko Kesehatan dari Menghirup dan Lingkungan Tercemar
LSM/Figur
Karhutla dan Abu Vulkanik Berisiko Ganggu Perdagangan Indonesia
Karhutla dan Abu Vulkanik Berisiko Ganggu Perdagangan Indonesia
LSM/Figur
PBB Peringatkan Kenaikan Permukaan Air Laut Jadi Ancaman Nyata Bagi HAM
PBB Peringatkan Kenaikan Permukaan Air Laut Jadi Ancaman Nyata Bagi HAM
Pemerintah
Krisis Iklim Turunkan Performa Pembangkit Saat Permintaan Listrik Naik
Krisis Iklim Turunkan Performa Pembangkit Saat Permintaan Listrik Naik
Pemerintah
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Swasta
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau