JAKARTA, KOMPAS.com - RDF Rorotan di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dirancang untuk menerima sampah basah. Lantas, bagaimana prosesnya hingga menjadi produk atau refuse derived fuel (RDF)?
Adapun fasilitas ini merujuk pada pengolahan sampah terpadu (TPST) untuk diubah menjadi bahan bakar alternatif, RDF. Fasilitas tersebut memiliki dua mesin pengering untuk mengurangi kadar air dalam sampah hingga di bawah 20 persen.
Baca juga:
"RDF Rorotan dibangun dengan konsep Jakarta, bukan konsep Eropa yang ada empat musim dan sampahnya cenderung kering. (Cuaca ekstrem memperberat pengelolaan sampah) Itu pasti karena memang dari hujan itu pasti (intensitas) lebih tinggi kadar airnya. Akan tetapi, memang di RDF Rorotan itu ada instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)," kata Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (3/2/2025).
RDF merupakan hasil olahan sampah perkotaan, terdiri atas campuran materi combustible yang homogen.
Proses pengolahan sampah menjadi RDF dimulai dengan pemilahan materi combustible, seperti plastik, kertas, dan sampah mudah terbakar lainnya.
Sementara itu, untuk materi incombustible, seperti batu, beling, logam, keramik, limbah B3, sampai residu, disisihkan. Selanjutnya, dilakukan proses pencacahan dan pengeringan.
"Tentunya, karena sampah tercampur antara dari rumah tangga, organik, dimasukkan dalam plastik, ada yang pakai karung, ada yang kulit durian dibuang, semuanya masuk ke sini. Kondisinya seperti itu dan yang paling bikin bau ya organik. Itu proses pemilahan," tutur Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko.
Pada tahap pencacahan, ada spesifikasi RDF di bawah lima sentimeter (cm) sesuai permintaan industri semen sebagai off-taker.
Sampah-sampah berukuran besar akan dicacah melalui bulky waste shredder sebelum masuk ke mesin primary shredder dan secondary shredder.
Mesin magnetic separator dipakai untuk proses pemilahan dengan mengambil sampah dari jenis logam, seperti besi dan aluminium.
"(magnetic separator) menangkap besi atau logam-logam kecil, seperti peniti, jarum, dan lain sebagainya, kami harus keluarin itu Karena itu kualitasnya lebih rendah. Itu bukan mau industri semen," ujar Agung.
Baca juga:
RDF Rorotan dirancang untuk sampah basah di Jakarta. Simak tahapan lengkap pengolahan sampah hingga menjadi refuse derived fuel (RDF).Sementara itu, compacting dehydrator digunakan untuk mengurangi kadar air dalam sampah.
Mesin compacting dehydrator mengepres atau menekan sampah dalam kondisi basah untuk mengurangi 15-20 persen kadar air, yang mana air lindi itu diolah ke IPAL.
"Karena tadi sampahnya banyak organik, apalagi musim hujan ini tambah lagi, karena kelembapan atau kadar sampah air itu pernah kami hitung ketika musim hujan itu bisa mencapai 70 persen. Artinya, dari 1.000 ton sampah, 700 ton sampahnya ternyata air," jelas Agung.
Mesin dynamic screener disediakan untuk memilah produk dengan tiga fraksi yaitu kurang dari dua cm berkarakteristik organik, dua sampai enam cm berkarakteristik sudah menjadi RDF, serta lebih dari enam cm sudah menjadi RDF yang perlu dicacah kembali dengan secondray shredder agar ukurannya bisa di bawah lima cm.
Untuk mesin wind shifter, proses pemilahan produk dengan kekuatan angin, yang ringan dan berat terpisahkan di sini.
"Ada batu, ada balok kayu, akan turun yang berat, ketika yang ringan, karena itu karakteristik RDF, plastik, akan lepas. Itulah yang diambil. Nah, yang terpilah ini akan masuk ke residu," tutur Agung.
Baca juga:
Di tahap terakhir, ada mesin rotary drum dryer untuk pengeringan ulang supaya kadar air bisa kurang dari 20 persen.
Mesin rotary drum dryer menghembuskan uap panas dar tungku dan bahan untuk pembakaran memakai RDF yang sudah kering, bukan material lain dari energi fosil. S
etelah dikeringkan, produk RDF dipres untuk dibungkus supaya dapat diangkut ke industri semen.
"Jadi, (yang diambil) bener-bener murni yang masuk hanya plastik dengan kalori yang tinggi gitu. Itulah yang menjadi RDF," ucapnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya