KOMPAS.com - Ada beragam organisasi yang mengulurkan bantuan bagi korban banjir Sumatera, salah satunya Wahana Visi Indonesia (WVI).
Direktur Nasional WVI, Angelina Theodora menuturkan, program tanggap bencana WVI berlangsung hingga Juni 2026 di lima kabupaten/kota serta 44 desa/kelurahan.
Baca juga:
"Kami masih menemui banyak orang yang tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang terbatas, akses menuju beberapa wilayah juga masih terhambat. Situasi ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan kemanusiaan masih jauh dari selesai," jelas Angelina lewat keterangan resmi, dilansir Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, pihaknya berencana memperluas pendampingan hingga mencapai 25.000 orang, termasuk 9.500 anak-anak di dalamnya.
Baca juga:
Proses pembersihan jalan dari material batu, kayu usai banjir dan longsor melanda permukiman warga di Pagaran Lumbung I, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (25/11/2025).Selama dua bulan pasca-bencana, organisasi tersebut melakukan pendampingan terhadap 7.631 korban, yang mana 4.872 di antaranya adalah anak-anak.
Angelina menambahkan, pihaknya menyalurkan lebih dari 11.703 paket makanan untuk balita, disertai pendampingan kepada keluarga.
Ada pula akses air bersih hingga 135.000 liter, serta bantuan non-pangan untuk 5.418 orang yang mencakup paket kebersihan dan perlengkapan sekolah.
WVI juga menghadirkan layanan yang berfokus pada pemulihan emosional dan perlindungan anak.
Salah satunya melalui pengaktifan sejumlah Ruang Ramah Anak (RRA) di beberapa titik pengungsian yang dihadiri oleh 886 anak.
Selain kegiatan bermain dan dukungan psiko sosial, bantuan air bersih dan pendampingan kesehatan bagi keluarga terus diberikan.
Ada fasilitasi penyediaan air bersih, serta edukasi cara mencuci tangan pakai sabun dengan benar agar terhindar dari infeksi penyakit dan tetap sehat.
Sila termasuk anak di Kabupaten Tapanuli Tengah juga merasakan manfaat dari WVI.
“Selain memberikan air, saya juga diajari cara mencuci tangan yang benar sama kakak-kakak WVI, supaya tidak sakit perut," kata Sila.
"Ternyata harus ada langkah-langkahnya, bukan cuma asal basah dan kena sabun saja. Sekarang setiap sebelum atau sesudah makan dan habis bermain bersama teman, saya selalu mencuci tangan dulu biar enggak gampang sakit,” tambah dia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya