Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lantai Berkelanjutan Jadi Strategi Hotel Capai Target ESG

Kompas.com, 11 Februari 2026, 15:05 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lantai termasuk upaya bagi para pengelola hotel untuk mencapai target lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, Governance atau ESG). Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya tekanan klien korporat dan wisatawan terhadap tanggung jawab lingkungan.

Lantai berkelanjutan merupakan elemen desain perhotelan yang cukup terlihat dan berdampak besar, yang dapat memengaruhi beragam aspek, dari ualitas udara dalam ruangan hingga biaya siklus hidup bangunan.

Baca juga: 

Lantai membentang di area yang sangat luas mulai dari kamar tidur, koridor hingga ruang publik.

Bagian ini menghadirkan peluang mudah bagi hotel untuk menunjukkan kemajuan yang terukur dalam pengadaan barang yang bertanggung dan komitmen bangunan ramah lingkungan.

Direktur pemasaran di Signature Flooring, Angie Law mengatakan bahwa para tamu, terutama wisatawan muda, memperhatikan pilihan-pilihan tersebut.

“Lantai adalah material yang terlihat dan berskala besar, jadi ini adalah tempat yang mudah untuk membuat kemajuan dan menceritakan kisah keberlanjutan. Tamu, terutama wisatawan muda, memperhatikan dan menghargai pilihan yang bertanggung jawab,” kata Law, dilansir dari KnowESG dan Lodging Magazine, Rabu (11/2/2026).

Baca juga:

Lantai hotel dan upaya capai target ESG

Standar pihak ketiga

Lantai termasuk upaya bagi para pengelola hotel untuk mencapai target ESG.UNSPLASH/POINT3D COMMERCIAL IMAGING LTD. Lantai termasuk upaya bagi para pengelola hotel untuk mencapai target ESG.

Terjadi pergeseran dalam melakukan pembelian atau pengadaan barang. Para pakar industri mengatakan bahwa standar pihak ketiga ini menjadi fondasi dari pola pembelian yang lebih cerdas.

Standar pihak ketiga merujuk pada sertifikasi independen yang tidak dikeluarkan oleh produsen  tersebut.

Dengan adanya standar pihak ketiga, pihak hotel tidak perlu menebak kualitas atau dampak lingkungan sebuah produk.

Direktur teknis di Bjelin Amerika Serikat, Tim Colgan, menyarankan untuk mencari sertifikasi terpercaya seperti kayu bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC), GREENGUARD Gold, dan kredit yang terkait dengan sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED).

Sebagai informasi, FSC merupakan sertifikasi yang menjamin kayu yang digunakan untuk lantai berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab, tidak merusak ekosistem, dan menghormati hak-hak pekerja serta masyarakat adat.

Adapun GREENGUARD Gold merujuk pada sertifikasi yang fokus pada kesehatan manusia. Produk dengan label ini terbukti memiliki emisi kimia (VoC) yang sangat rendah sehingga udara di dalam kamar hotel tetap sehat dan tidak berbau bahan kimia menyengat.

Sementara itu, LEED merupakan standar emas global untuk bangunan hijau. Jika sebuah hotel menggunakan material yang memiliki "kredit LEED", mereka akan lebih mudah mendapatkan predikat "Bangunan Ramah Lingkungan" secara resmi.

Praktik terbaik lainnya mencakup menggunakan alat transparansi seperti Environmental Product Declarations (EPD) dan Health Product Declarations (HPD), yang mendukung pelaporan ESG.

Material tahan lama jadi investasi

Lantai termasuk upaya bagi para pengelola hotel untuk mencapai target ESG. Lantai termasuk upaya bagi para pengelola hotel untuk mencapai target ESG.

Di luar manfaat lingkungan, banyak pemilik hotel dan properti menemukan bahwa lantai berkelanjutan juga memberikan kinerja keuangan yang lebih baik.

Law mencatat lantai tersebut bermanfaat dari segi masa pakai yang lebih lama, kebutuhan perawatan yang lebih rendah, serta siklus penggantian lebih sedikit yang menghasilkan total biaya kepemilikan yang lebih kuat.

"Bagi banyak pelanggan perhotelan kami, percakapan telah bergeser dari, 'Mana harga per meter persegi yang paling murah saat ini?', menjadi, 'Mana investasi siklus hidup yang paling cerdas untuk aset ini?"' ujarnya.

Produk seperti lantai kayu keras Woodura mengilustrasikan tren ini. Terbuat dari kayu Eropa bersertifikat FSC, teknologi ini disebut menggunakan lebih sedikit kayu gelondongan mentah namun meningkatkan kekuatan permukaannya.

Hasilnya adalah lantai yang lebih tahan benturan dan tahan air, yang sangat cocok untuk area hotel dengan lalu lintas tinggi. Sistem penguncian modular juga memungkinkan papan yang rusak diganti dengan cepat sehingga meminimalisasi waktu henti (downtime) dan kerugian pendapatan kamar.

Baca juga: 

Masa depan ekonomi sirkular lantai berkelanjutan

Ke depannya, para produsen juga mulai mengadopsi praktik ekonomi sirkular, termasuk penggunaan bahan yang dapat didaur ulang, pemasangan tanpa bahan perekat, dan jalur pengelolaan akhir masa pakai yang lebih jelas.

Emisi karbon yang lebih rendah, alat desain berbasis data yang lebih cerdas, dan kinerja multifungsi, seperti kontrol akustik, manfaat kesehatan, dan perawatan yang mudah, juga membentuk generasi lantai komersial berikutnya.

Bagi hotel yang berada di bawah tekanan untuk memenuhi tujuan ESG, kemajuan ini menawarkan solusi praktis.

Lantai, yang dulunya dianggap murni estetis, saat ini menjadi aset strategis, mendukung keberlanjutan, kesejahteraan tamu, dan nilai jangka panjang sekaligus.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau