KOMPAS.com - Uni Eropa akan meluncurkan serangkaian standar keberlanjutan yang komprehensif untuk hotel pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi sebuah upaya yang menjanjikan untuk mengubah cara industri perhotelan mengukur, melaporkan, dan mengomunikasikan kinerja lingkungannya.
Peraturan yang akan datang ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, mengekang greenwashing, dan menetapkan metode standar untuk menilai jejak lingkungan layanan hotel.
Di bawah kerangka kerja baru ini, hotel diwajibkan untuk mengukur dampak lingkungan mereka menggunakan Aturan Kategori Jejak Lingkungan Produk (PEFCR).
Itu merupakan sebuah pendekatan berbasis siklus hidup yang mengukur faktor-faktor seperti penggunaan energi, konsumsi air, timbulan limbah, dan emisi karbon per malam tamu.
Sistem berbasis data ini akan membantu menciptakan konsistensi di seluruh sektor, sehingga klaim keberlanjutan dapat diperbandingkan dan diverifikasi.
Lebih lanjut, melansir Know ESG, Jumat (12/11/2025) standar baru ini akan memberlakukan aturan ketat tentang klaim keberlanjutan dan karbon. Hotel tidak akan lagi dapat hanya mengandalkan deklarasi berbasis offset atau bahasa pemasaran yang tidak jelas.
Setiap klaim lingkungan, seperti "netral karbon" atau "ramah lingkungan", harus didukung oleh data konkret dan verifikasi pihak ketiga.
Persyaratan ini bertujuan untuk menghilangkan pesan keberlanjutan yang menyesatkan atau berlebihan dan membangun kepercayaan konsumen yang lebih besar.
Selain itu, pemasaran lingkungan yang tidak jelas atau tidak berdasar akan dilarang berdasarkan arahan baru Uni Eropa. Hotel perlu menunjukkan kemajuan nyata dalam pengurangan emisi, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan limbah untuk membenarkan klaim ramah lingkungan apa pun.
Peraturan keberlanjutan ini terkait erat dengan Arahan Pelaporan Keberlanjutan Perusahaan (CSRD), yang mewajibkan pengungkapan keberlanjutan yang lebih rinci dan transparan dari bisnis yang beroperasi di atau dengan Uni Eropa.
Bagi hotel, ini berarti menyelaraskan pelaporan lingkungan mereka dengan persyaratan CSRD, termasuk data yang tervalidasi tentang metrik keberlanjutan utama dan komunikasi kemajuan yang jelas.
Hotel yang secara proaktif beradaptasi dengan standar-standar ini kemungkinan akan menemukan posisi yang lebih baik di pasar, karena keberlanjutan menjadi faktor kunci yang memengaruhi pilihan wisatawan dan kepercayaan investor.
Para pakar industri mengatakan hotel harus segera bersiap. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengaudit dan memverifikasi semua klaim lingkungan, memastikan bahwa setiap pernyataan keberlanjutan, mulai dari pesan situs web hingga kampanye pemasaran dapat lulus uji.
Baca juga: Untuk Pariwisata Berkelanjutan, Hotel Bisa Tawarkan Kamar Rendah Emisi
Selanjutnya, hotel harus berfokus pada pengukuran indikator kinerja utama seperti penggunaan energi, konsumsi air, timbulan limbah, dan emisi per malam tamu. Mengadopsi sertifikasi pihak ketiga yang diakui, alih-alih label yang dibuat sendiri, juga akan memperkuat kredibilitas.
Selain itu, memantau pembaruan metodologi PEFCR akan menjadi krusial, karena kerangka kerja ini akan memandu bagaimana hotel menghitung dan mengungkapkan jejak lingkungan mereka.
Mereka yang memulai lebih awal tidak hanya akan memastikan kepatuhan tetapi juga dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan memosisikan diri sebagai pemimpin dalam perhotelan berkelanjutan.
Standar pelaporan keberlanjutan Uni Eropa yang baru ini menandai pergeseran signifikan menuju akuntabilitas dan kinerja lingkungan berbasis bukti. Hotel kini harus membuktikan komitmen mereka terhadap keberlanjutan yang nyata dan terukur.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya