Studi ini menyoroti kendala utama dalam melakukan reformasi struktural terhadap Olimpiade yaitu kurangnya pengumpulan dan verifikasi data yang terus-menerus.
Sebagai contoh, Komite Olimpiade Internasional tidak mensyaratkan perkiraan jejak karbon selama fase penawaran dan verifikasi independen atas emisi GRK setelah gelaran ini berakhir.
Imbasnya, hal itu membatasi transparansi dan kredibilitas angka yang dilaporkan.
Para peneliti merekomendasikan untuk memeriksa kredibilitas lingkungan dari sponsor utama untuk mengurangi risiko greenwashing.
Sejak tahun 2020, Komite Olimpiade Internasional telah mewajibkan kota-kota tuan rumah untuk mengurangi emisi GRK mereka, tapi tanpa memberikan peta jalan yang konkret sehingga membuka peluang untuk membeli kredit karbon guna mengklaim jejak karbon "netral".
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya