KOMPAS.com - Ratusan ikan salmon chinook muda ditemukan mati di bagian hilir Sungai Yuba, California utara, Amerika Serikat, usai pecahnya pipa besar di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) New Colgate.
Aliran air di bagian hilir Sungai Yuba sempat menurun usai terjadi patahan, yang menyebabkan anak-anak salmon terperangkap di bebatuan di sepanjang tepi sungai.
Baca juga:
"Anda bekerja sangat keras dan menghabiskan begitu banyak waktu, energi, dan sumber daya untuk mencoba mengembalikan spesies-spesies ini, lalu terjadi kecelakaan yang mengerikan. Sulit untuk tidak merasa bahwa sebagian dari kerja keras itu menjadi sia-sia," ujar direktur eksekutif South Yuba River Citizens League, Aaron Zettler-Mann, dilansir dari Phys.org, Jumat (20/2/2026).
Adapun ikan yang kerap dijuluki raja salmon ini tidak mengalami overfishing (pemancingan berlebihan). Namun, biasanya ikan ini akan mati setelah bertelur, dilansir dari laman National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Sementara itu, badan yang menaungi PLTA New Colgate telah menerima laporan tentang salmon mati di hilir Sungai Yuba.
"(Kami) sedang bekerja sama dengan Departemen Perikanan dan Satwa Liar California serta South Yuba River Citizens League untuk menilai dampak insiden tersebut terhadap kondisi di hilir Sungai Yuba, termasuk angka kematian ikan," tutur juru bicara Yuba Water Agency, DeDe Cordell.
Baca juga:
Ratusan salmon chinook muda ditemukan mati di hilir Sungai Yuba, California, Amerika Serikat, usai pipa PLTA New Colgate pecah.Pipa baja besar yang mengalirkan air ke PLTA New Colgate pecah di lereng atas Sungai North Yuba pada Jumat (13/2/2026) sore.
Imbasnya, aliran air, lumpur, dan puing-puing menerjang fasilitas PLTA New Colgate dan melukai seorang pekerja.
Peristiwa tersebut membuat operasional PLTA New Colgate terhenti. Hal itu memicu penurunan mendadak pelepasan air dari bendungan Englebright, yang secara kasar mengurangi aliran Sungai Yuba bagian hilir hingga setengahnya selama sekitar dua jam.
Dampaknya, anak-anak salmon terperangkap saat air surut.
"Untuk memperjelas, tidak ada puing atau material yang terlempar akibat insiden tersebut yang sampai di bawah Bendungan Englebright hingga saat ini sehingga dampak apa pun terhadap bagian hilir Sungai Yuba tidak disebabkan oleh puing atau material lain di dalam air," ucap Cordell dari Yuba Water Agency.
Menurt Cordell, pemeriksaan lapangan awal di dekat lokasi kejadian menunjukkan kekeruhan yang tinggi. Berbagai sampel kualitas air telah dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
Juru bicara Kantor Pencegahan dan Penanggulangan Tumpahan di Departemen Perikanan dan Satwa Liar California, Eric Laughlin mengatakan, pihaknya juga mengumpulkan sampel lapisan minyak, yang masih sedang dianalisis.
Baca juga:
Namun, Zettler-Mann menyebut, yang membunuh salmon muda itu bukanlah polusi dari puing-puing.
Seorang peneliti senior di Pusat Ilmu Daerah Aliran Sungai UC Davis, Carson Jeffres mengatakan, insiden tersebut tidak akan memusnahkan populasi salmon di Sungai Yuba.
Kendati demikian, populasi salmon di California belum sepenuhnya pulih.
"California sedang mengalami periode langka dengan curah hujan sekitar empat tahun berturut-turut, dan tahun-tahun yang lebih basah tersebut telah membantu populasi salmon pulih dari jumlah yang sangat rendah yang menyebabkan penutupan perikanan empat tahun lalu," jelas Jeffres.
Penurunan aliran air yang cepat dapat berdampak buruk bagi ikan yang tidak mampu bergerak, terutama salmon muda yang saat itu kemampuan berenangnya masih lemah. Salmon muda kemungkinan terdampar di tepi sungai.
"Ketika kita bergantung pada struktur buatan manusia untuk mengelola ekosistem kita, kita harus waspada bahwa kegagalan struktur ini dapat berdampak pada ekosistem," ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya