Penulis
KOMPAS.com - Hiu paus dengan nama latin rhincodon typus adalah ikan terbesar yang masih ada di bumi saat ini. Ukuran rata-ratanya berkisar antara 10–12 meter, namun individu terbesar yang pernah tercatat secara resmi mencapai 18,8 meter.
Hiu paus dekat dengan masyarakat lokal pesisir yang memberi mereka nama; Gurano Bintang (Papua), Hiu Geger Lintang atau Punggung Berbintang (Jawa Timur) dan Hiu Mbok atau Hiu Nenek yang dianggap membawa keberuntungan bagi nelayan (Kalimantan Timur).
Mereka adalah salah satu hewan laut dengan umur terpanjang, diperkirakan mampu hidup antara 80 hingga 130 tahun.
Menariknya, hiu paus baru mencapai kematangan seksual (siap bereproduksi) pada usia sekitar 25–30 tahun. Inilah yang membuat populasinya sangat rentan jika terjadi perburuan atau kematian mendadak sebelum sempat berkembang biak.
Berdasarkan laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu paus merupakan salah satu hewan yang masuk ke dalam daftar merah terancam punah sejak 2016.
Di Indonesia sendiri, hiu paus dilindungi secara penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013. Artinya, segala bentuk pemanfaatan yang bersifat ekstraktif (penangkapan/perdagangan) dilarang keras.
Terkait hal itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) turut mendukung upaya konservasi populasi hiu paus di Indonesia dengan keberhasilannya dalam menandai (tagging) 4 ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.
PIS kini tercatat telah berhasil menandai 7 ekor hiu paus selama 2 tahun terakhir. Proses penandaan hiu paus di perairan Derawan berlangsung beberapa waktu lalu dengan menggandeng Konservasi Indonesia, sebuah yayasan nasional yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia.
Keberhasilan penandaan sejumlah individu baru hiu paus menjadi kemajuan dalam upaya studi dan observasi ikan terbesar di dunia ini.
Adapun 4 hiu paus tersebut diberikan nama sesuai dengan nama kapal tanker kebanggaan PIS, yakni; Pride, Prime, Bangka, Belitung.
“Tujuan utama tagging hiu paus ini adalah bagaimana kami dari PIS dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian fauna di Indonesia," ujar Manager CSR PIS Alih Istik Wahyuni.
Baca juga: Langka, Peneliti Abadikan Hiu Laut Dalam
Data-data dikumpulkan bersama mitra yang berpengalaman diharapkan dapat mendukung upaya menjaga satwa yang sangat penting di lautan Indonesia.
"Dengan demikian, kami juga bisa mengatur operasional kami sehingga dapat berdampak positif terhadap keberlangsungan satwa tersebut,” tambahnya.
Infografis penandaan Hiu Paus untuk memetakan rute migrasi.Seperti yang disebutkan, salah satu tujuan penandaan hiu paus ini juga agar PIS dapat mengenali rute-rute yang biasa dilintasi oleh populasi hiu paus di Nusantara sehingga kapal-kapal mereka dapat menghindari tabrakan rute yang sama.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya