Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bakti Merah Putih Mulai Program Terapi Gratis bagi Lansia

Kompas.com, 21 Februari 2026, 14:50 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Akses layanan kesehatan, seperti terapi fisik masih menjadi kebutuhan bagi sebagian warga lanjut usia (lansia), terutama di lingkungan permukiman padat.

Hal itu tecermin dari cepatnya kuota peserta terpenuhi dalam program terapi gratis yang digelar gerakan sosial Bakti Merah Putih.

Program yang digagas International Creatives Exchange (ICE) tersebut menyasar lansia sebagai langkah awal gerakan sosial yang akan dikembangkan ke berbagai wilayah. Kegiatan perdana digelar di RPTRA Taman Gajah, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

Chairman ICE Atta Ul Karim mengatakan, Bakti Merah Putih menjadi wadah bagi ICE untuk menjalankan berbagai aksi sosial.

“ICE dengan ini meluncurkan satu dari delapan program, yaitu Bakti Merah Putih yang berfokus pada kegiatan sosial,” ujar Atta dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Mahasiswa UNS Olah Limbah Rambut Jagung Jadi Teh Herbal untuk Kesehatan Lansia di Wonogiri

Ia menambahkan, ke depan, program tersebut akan dibentuk dalam format yayasan agar dapat mengajak lebih banyak pihak bergabung dalam gerakan sosial tersebut.

Pemilihan terapi gratis sebagai program perdana disebut berdasarkan hasil survei internal tim ICE. Terapi dinilai menjadi layanan yang paling diminati warga dibandingkan pengobatan umum gratis.

Kuota peserta disebut langsung terpenuhi dalam satu hari setelah pengumuman. Bahkan, jumlah warga yang hadir saat pelaksanaan melebihi kapasitas yang ditetapkan. Meski demikian, panitia tetap berupaya melayani seluruh warga yang datang.

Ketua Bakti Merah Putih Rifai Akif mengatakan, kegiatan ini menjadi penanda resmi dimulainya gerakan tersebut.

Ia menilai, kegiatan perdana ini dapat menjadi model untuk direplikasi di wilayah lainnya.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kesehatan Lansia, Salah Satunya Beraktivitas Fisik

“Kuota peserta langsung penuh hanya dalam satu hari. Bahkan saat pelaksanaan jumlah yang datang lebih banyak dari kuota, namun tetap kami layani,” jelasnya.

Dimulai dari lingkungan terdekat

Atta menjelaskan, pemilihan lokasi pelaksanaan memiliki pertimbangan tersendiri.

“Teringat kata nenek saya, kebaikan itu harus dimulai dari yang terdekat dahulu,” ungkap Atta.

Secara administratif, kantor ICE berada di kawasan tersebut. Karena itu, program sosial ini dimulai dari lingkungan terdekat sebelum diperluas ke wilayah lain.

“Lewat program ini, saya hanya ingin berterima kasih untuk Indonesia yang sudah membuat saya seperti ini,” ujarnya.

Baca juga: Kesepian Berdampak Negatif pada Kesehatan Lansia

Lurah Cipete Selatan, Supriono, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Terima kasih untuk Bakti Merah Putih dan Bang Atta Ul Karim. Melihat antusias warga, saya rasa kegiatan ini perlu diadakan rutin minimal dua bulan sekali,” ujarnya.

Salah satu peserta, Siti Zulaiha (74), mengaku terbantu dengan adanya terapi gratis tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

“Tangan saya kaku, kaki juga sakit kalau ditekuk. Alhamdulillah setelah terapi langsung terasa lebih enak. Pas sekali untuk persiapan salat tarawih nanti malam,” kata Siti.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau