Editor
KOMPAS.com - Teknologi memang memudahkan hidup, tapi apakah bisa dimanfaatkan semua kalangan?
Di SMAN 2 Balikpapan, Kalimantan Timur, sejumlah siswa dari tim KelompokLapan mencoba melihat celah itu dari sudut yang lebih dekat, khususnya terkait olahraga seperti joging yang masih sulit dilakukan penyandang tuna netra.
Tim yang beranggotakan Rafika Dwi Cahyani, Kania Auliyasari, dan Yerikho Filipus Metanfuan ini membuat proyek VisionRun Smart Glasses.
Baca juga:
Gagasan proyek VisionRun Smart Glasses berawal dari pertemuan salah satu anggota tim dengan seorang tunanetra yang tetap berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pengalaman tersebut membuat dia berpikir, apa yang bisa dilakukan seorang siswa sepertinya untuk membantu mobilitas mereka.
“Dari situ kami merasa harus membuat sesuatu yang benar-benar berguna, bukan sekadar proyek,” kata salah satu anggota tim.
Mereka kemudian merancang kacamata pintar yang dilengkapi dengan sensor ultrasonik dan navigasi suara.
Perangkat ini dirancang untuk memberi peringatan ketika ada halangan di depan pengguna sehingga aktivitas seperti berjalan cepat atau joging bisa dilakukan dengan lebih aman.
Bagi para siswa ini, fokus utamanya bukan kecanggihan alat, melainkan rasa aman dan kemandirian pengguna.
Baca juga:
Perwakilan Tim SMAN 2 Balikpapan Menerima Penghargaan ASRI Awards Kompas Gramedia.Dalam proses pengembangan proyek ini, mereka tidak hanya berkutat dengan komponen elektronik, tapi juga belajar memahami apa saja kebutuhan penyandang tunanetra secara langsung.
Mereka melakukan beberapa diskusi dan uji coba untuk memastikan suara navigasi yang ada pada perangkat ini mudah dipahami dan tidak mengganggu konsentrasi pengguna.
“Melihat semangat mereka menjalani aktivitas sehari-hari justru membuat kami malu kalau menyerah di tengah jalan,” ujar anggota tim lainnya.
Perjalanan tersebut membawa VisionRun Smart Glasses menjadi The Most Sustainable Idea dalam ASRI Awards 2025 pada kategori Physical Well-Being.
Melalui rangkaian kegiatan dalam kompetisi ini, tim mendapat masukan untuk menyempurnakan desain agar lebih nyaman dipakai dan lebih responsif terhadap lingkungan sekitar.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya