Editor
Bagi KelompokLapan, pengalaman paling berkesan selama pengembangan proyek ini terjadi pada saat berbincang langsung dengan penyandang tunanetra.
Mereka menyadari bahwa teknologi yang sedang dikembangkan bukan sekadar alat, tapi bisa menjadi teman yang mampu memberikan rasa percaya diri untuk para pengguna.
“Ketika mereka bilang ide ini membantu, kami merasa semua proses panjang itu ada artinya,” kata tim.
Baca juga:
Para siswa ini berharap bisa mendapatkan yang dukungan lebih luas lagi, baik dalam bentuk pendanaan maupun ide dari berbagai pihak. Dengan demikian, perangkat ini bisa bisa dikembangkan dengan lebih maksimal yang nantinya mampu membangun kepercayaan diri dari komunitas tunanetra
Di lingkungan sekolah, mereka berharap proyek ini dapat menumbuhkan cara pandang baru tentang kepedulian.
Mereka ingin teman-temannya melihat bahwa masalah sosial tidak selalu harus ditangani oleh orang dewasa atau lembaga besar, tetapi bisa dimulai dari ruang kelas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya