Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siswa SMAN 2 Balikpapan Ciptakan VisionRun Smart Glasses, Bantu Tunanetra Joging Lebih Aman

Kompas.com, 26 Februari 2026, 17:32 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Editor

KOMPAS.com - Teknologi memang memudahkan hidup, tapi apakah bisa dimanfaatkan semua kalangan?

Di SMAN 2 Balikpapan, Kalimantan Timur, sejumlah siswa dari tim KelompokLapan mencoba melihat celah itu dari sudut yang lebih dekat, khususnya terkait olahraga seperti joging yang masih sulit dilakukan penyandang tuna netra. 

Tim yang beranggotakan Rafika Dwi Cahyani, Kania Auliyasari, dan Yerikho Filipus Metanfuan ini membuat proyek VisionRun Smart Glasses. 

Baca juga:

Siswa SMAN 2 Balikpapan luncurkan VisionRun Smart Glasses

Rancang kacamata pintar dengan sensor dan navigasi suara

Gagasan proyek VisionRun Smart Glasses berawal dari pertemuan salah satu anggota tim dengan seorang tunanetra yang tetap berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pengalaman tersebut membuat dia berpikir, apa yang bisa dilakukan seorang siswa sepertinya untuk membantu mobilitas mereka.

“Dari situ kami merasa harus membuat sesuatu yang benar-benar berguna, bukan sekadar proyek,” kata salah satu anggota tim.

Mereka kemudian merancang kacamata pintar yang dilengkapi dengan sensor ultrasonik dan navigasi suara.

Perangkat ini dirancang untuk memberi peringatan ketika ada halangan di depan pengguna sehingga aktivitas seperti berjalan cepat atau joging bisa dilakukan dengan lebih aman.

Bagi para siswa ini, fokus utamanya bukan kecanggihan alat, melainkan rasa aman dan kemandirian pengguna.

Baca juga:

Pastikan kacamata pintar sesuai kebutuhan pemakai

Perwakilan Tim SMAN 2 Balikpapan Menerima Penghargaan ASRI Awards Kompas Gramedia.Dok. ASRI Perwakilan Tim SMAN 2 Balikpapan Menerima Penghargaan ASRI Awards Kompas Gramedia.

Dalam proses pengembangan proyek ini, mereka tidak hanya berkutat dengan komponen elektronik, tapi juga belajar memahami apa saja kebutuhan penyandang tunanetra secara langsung.

Mereka melakukan beberapa diskusi dan uji coba untuk memastikan suara navigasi yang ada pada perangkat ini mudah dipahami dan tidak mengganggu konsentrasi pengguna.

“Melihat semangat mereka menjalani aktivitas sehari-hari justru membuat kami malu kalau menyerah di tengah jalan,” ujar anggota tim lainnya.

Perjalanan tersebut membawa VisionRun Smart Glasses menjadi The Most Sustainable Idea dalam ASRI Awards 2025 pada kategori Physical Well-Being.

Melalui rangkaian kegiatan dalam kompetisi ini, tim mendapat masukan untuk menyempurnakan desain agar lebih nyaman dipakai dan lebih responsif terhadap lingkungan sekitar.

Bagi KelompokLapan, pengalaman paling berkesan selama pengembangan proyek ini terjadi pada saat berbincang langsung dengan penyandang tunanetra.

Mereka menyadari bahwa teknologi yang sedang dikembangkan bukan sekadar alat, tapi bisa menjadi teman yang mampu memberikan rasa percaya diri untuk para pengguna.

“Ketika mereka bilang ide ini membantu, kami merasa semua proses panjang itu ada artinya,” kata tim.

Baca juga:

Para siswa ini berharap bisa mendapatkan yang dukungan lebih luas lagi, baik dalam bentuk pendanaan maupun ide dari berbagai pihak. Dengan demikian, perangkat ini bisa bisa dikembangkan dengan lebih maksimal yang nantinya mampu membangun kepercayaan diri dari komunitas tunanetra

Di lingkungan sekolah, mereka berharap proyek ini dapat menumbuhkan cara pandang baru tentang kepedulian.

Mereka ingin teman-temannya melihat bahwa masalah sosial tidak selalu harus ditangani oleh orang dewasa atau lembaga besar, tetapi bisa dimulai dari ruang kelas.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketika Musim Tak Lagi Terbaca: Mendesak Literasi Iklim dari Desa
Ketika Musim Tak Lagi Terbaca: Mendesak Literasi Iklim dari Desa
Pemerintah
Gelombang Panas Laut Tingkatkan Daya Rusak Badai hingga 60 Persen
Gelombang Panas Laut Tingkatkan Daya Rusak Badai hingga 60 Persen
Pemerintah
Apindo: Hanya 36 Persen Karyawan yang Dibayar Sesuai Upah Minimum
Apindo: Hanya 36 Persen Karyawan yang Dibayar Sesuai Upah Minimum
Swasta
Dinamika ENSO 2026, Membaca Sinyal Alam di Tengah Narasi “Godzilla”
Dinamika ENSO 2026, Membaca Sinyal Alam di Tengah Narasi “Godzilla”
Pemerintah
Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
BUMN
'Sustainability' Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
"Sustainability" Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
Pemerintah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
Harga Plastik Naik, Kemasan Guna Ulang Dinilai Jadi Solusi Tekan Biaya dan Sampah
LSM/Figur
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
Swasta
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Tiga Spesies Baru Tanaman Endemik Sumatra Ditemukan lewat Media Sosial
Pemerintah
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
Perempuan Pesisir Diberdayakan untuk Lindungi Terumbu Karang yang Terancam Krisis Iklim
LSM/Figur
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Manfaatkan AI, Serangan Siber Naik 2 Kali Lipat
Swasta
Prakiraan Cuaca  yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Prakiraan Cuaca yang Akurat Tekan Angka Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
Gen Z Ramai-ramai Tinggalkan Pekerjaan Kantoran, Apa Alasannya?
LSM/Figur
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Imbangi Pembangunan, Kota di China Ini Sulap Lahan Telantar Tepi Sungai Jadi Ruang Hijau
Pemerintah
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau