Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inisiatif Net Zero Asset Manager Diluncurkan Kembali, Target Nol Bersih 2050 Tak Lagi Mengikat

Kompas.com, 27 Februari 2026, 15:33 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Inisiatif Net Zero Asset Managers (NZAM) resmi diluncurkan kembali, yang mana menandai babak baru sebagai salah satu koalisi investasi berbasis iklim terbesar di dunia.

Lebih dari 250 manajer aset telah bergabung dengan inisiatif yang telah diperbarui ini, termasuk beberapa perusahaan global besar. Namun, beberapa raksasa investasi papan atas asal Amerika Serikat terlihat absen dari daftar tersebut.

Baca juga:

Peluncuran inisiatif NZAM untuk iklim

NZAM pertama kali diluncurkan pertama kali pada Desember 2020, dilansir dari KnowESG, Jumat (27/2/2026). NZAM dimulai dengan 30 manajer aset yang mengelola dana sekitar Rp 144.000 triliun pada awal 2025.

Kelompok ini kemudian berkembang pesat menjadi lebih dari 325 anggota yang mengelola dana lebih dari sekitar Rp 912 ribu triliun.

Para anggota kemudian berkomitmen untuk menyelaraskan investasi mereka dengan target emisi nol bersih pada tahun 2050, dari melacak jejak emisi dari aset yang mereka miliki, menetapkan target jangka pendek, hingga aktif mendorong perusahaan-perusahaan untuk beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan.

Namun, tekanan politik yang meningkat di Amerika Serikat memaksa mereka untuk berhenti sejenak.

Inisiatif Net Zero Asset Managers (NZAM) resmi kembali diluncurkan dengan lebih dari 250 manajer aset dunia.SHUTTERSTOCK Inisiatif Net Zero Asset Managers (NZAM) resmi kembali diluncurkan dengan lebih dari 250 manajer aset dunia.

Aliansi iklim seperti NZAM menghadapi kritik dari para politisi anti-ESG atau investasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola, terutama setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Para pengkritik menganggap inisiatif semacam ini sama dengan melakukan boikot terhadap perusahaan energi atau dianggap melanggar fiduciary duties, kewajiban hukum manajer aset untuk memprioritaskan keuntungan nasabah di atas segalanya.

Pada akhir 2024, beberapa Jaksa Agung negara bagian di Amerika Serikat mengajukan gugatan terhadap perusahaan pengelola aset besar, termasuk BlackRock, Vanguard, dan State Street.

Mereka dituduh melanggar undang-undang anti-monopoli karena keterlibatan mereka dalam kelompok investasi berkelanjutan. Tak lama setelah itu, BlackRock keluar dari NZAM dengan alasan adanya pengawasan hukum tersebut.

Akibatnya, inisiatif NZAM sempat menghentikan kegiatannya, serta menghapus pernyataan komitmen dan daftar anggotanya sementara untuk melakukan peninjauan ulang.

Baca juga: 

Perbedaan setelah peluncuran kembali

Inisiatif Net Zero Asset Managers (NZAM) resmi kembali diluncurkan dengan lebih dari 250 manajer aset dunia.Unsplash Inisiatif Net Zero Asset Managers (NZAM) resmi kembali diluncurkan dengan lebih dari 250 manajer aset dunia.

Inisiatif NZAM yang diluncurkan kembali ini memperkenalkan kerangka komitmen yang telah direvisi. Hal yang paling menonjol adalah penghapusan referensi eksplisit atau tujuan yang tertulis secara kaku untuk berinvestasi sesuai dengan target nol bersih tahun 2050.

Sebaliknya, koalisi saat ini menekankan bahwa setiap anggota secara independen menetapkan komitmen nol bersih dan strategi implementasi mereka sendiri.

Dokumen juga merujuk pada target suhu dalam Perjanjian Paris, termasuk upaya untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius, tapi menghindari kewajiban untuk mengikuti timeline pencapaian nol bersih secara spesifik tahun 2050.

Para anggota saat ini berkomitmen untuk menetapkan target iklim jangka pendek yang selaras dengan tujuan emisi nol bersih global.

Mereka juga berjanji untuk menerapkan strategi pengelolaan investasi, mendukung klien dalam transisi pembiayaan dan solusi iklim, serta wajib mempublikasikan rencana pelaksanaan mereka melalui laporan tahunan.

Baca juga: Investasi ESG di ASEAN Meroket, Imbangi Tren di Pasar Global yang Melemah

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau