Editor
KOMPAS.com - PT United Tractors Tbk (UT) menjalankan Program Desa UniTy di lereng Gunung Arjuno, Kota Batu, Jawa Timur melalui penguatan ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana melalui.
Program berbasis pemberdayaan ini telah menjangkau 819 warga di Desa Sumbergondo, Tulungrejo, Tawangargo, dan Giripurno.
Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo menyatakan Desa UniTy merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan melibatkan partisipasi warga.
Baca juga: Lowongan United Tractors 2026, Ada Program Trainee untuk Berbagai Posisi
"UT menilai ketahanan masyarakat tidak cukup dibangun melalui respons darurat semata, melainkan memerlukan komitmen jangka panjang yang kolaboratif dan berkelanjutan," ujar dia dikutip dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Di bidang lingkungan, UT memperkuat fasilitas tempat pengolahan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) di Sumbergondo dan Kedung Giripurno. Program ini menjadi penting setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Batu ditutup pada 2023.
Sampah rumah tangga dipilah menjadi organik dan anorganik, lalu sampah organik diolah menjadi kompos melalui proses pencacahan dan dekomposisi selama dua hingga tiga bulan sebelum dipasarkan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap TPA, rumah kompos tersebut juga membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan desa.
"UT juga menjalankan Program Kampung Iklim (Proklim) di Dusun Wonorejo serta melakukan revegetasi hutan seluas 567 hektare dengan penanaman pohon produktif bernilai ekonomi," lanjut Dianwahyu.
Di sektor kesehatan, UT membina Posyandu Tawangargo dan mengembangkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Sumbergondo. Perusahaan juga bekerja sama dengan BKKBN Kota Batu dan Pemerintah Desa Giripurno dalam Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).
Program yang diikuti masing-masing 30 peserta ini berfokus pada peningkatan pola asuh positif serta penguatan kapasitas lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Adapun di bidang kewirausahaan, UT mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk produsen kopi lereng Gunung Arjuno yang mencatat peningkatan pendapatan hingga 50 persen setelah mendapatkan pelatihan dan dukungan pemasaran.
UT juga mendukung pengembangan peternakan domba oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbergondo, serta mendampingi petani alpukat hass yang telah memasuki tahap awal panen di area revegetasi.
Selain pemasaran hasil panen, pengembangan produk olahan seperti keripik alpukat turut didorong untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Baca juga: United Tractors Perkuat Perkuat Komitmen Transisi Energi dengan Optimalkan PLTM Besai Kemu
Dalam bidang pendidikan dan kesiapsiagaan, UT merencanakan pembangunan greenhouse pembibitan hortikultura seluas sekitar 3.000 meter persegi dengan sistem irigasi otomatis. Program ini mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus ketahanan pangan masyarakat.
UT juga membina tiga PAUD di Sumbergondo melalui renovasi fasilitas dan penyediaan alat permainan edukatif. Ke depan, pembinaan direncanakan diperluas ke Desa Giripurno.
Melalui Program Desa UniTy, UT menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya