Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 7.000 liter eco enzyme dituangkan ke Sungai Jeletreng yang merupakan bagian dari aliran Sungai Cisadane, Tangerang Selatan, sebagai bagian dari upaya pemulihan kualitas air sungai.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026) ini melibatkan Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) dan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas lingkungan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq serta Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan.
Baca juga: KLH Tuang 10.000 Liter Ecoenzym ke Sungai Cisadane, Netralkan Cemaran Pestisida
Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk Andre Simandjaja menyatakan pihaknya turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam mengembalikan kualitas air melalui penyediaan Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri di Flavor Bliss Alam Sutera.
"Ini merupakan salah satu program serta komitmen perusahaan untuk menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).
"Penuangan Ecoenzyme di kawasan sungai Jeletreng aliran Cisadane, diharapkan dapat merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk kehidupan sehari-hari,” lanjut dia.
Penuangan eco enzyme dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi ekologis sungai. Kegiatan ini tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai aksi penuangan eco enzyme terbanyak di satu aliran sungai.
Eco enzyme yang digunakan diproduksi dari limbah organik seperti sisa sayuran dan kulit buah. Bahan tersebut difermentasi sehingga menghasilkan cairan yang sering dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pengolahan limbah organik dan upaya restorasi lingkungan.
Kegiatan ini juga melibatkan siswa Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera yang sebelumnya telah melakukan penuangan sekitar 1.000 liter eco enzyme ke Sungai Cisadane pada Februari 2026 sebagai bagian dari kegiatan edukasi lingkungan.
Baca juga: Belajar dari Pencemaran Sungai Cisadane, Reproduksi Ikan Bisa Terancam
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas ekosistem sungai yang terdampak pencemaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan.
Sungai Cisadane sendiri merupakan salah satu sumber air penting bagi masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya, yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya