Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Perusahaan Hadapi Panas Ekstrem, Pentingnya Investasi Mitigasi dan Kredit Karbon

Kompas.com, 17 Maret 2026, 07:34 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Risiko panas ekstrem disebut sudah berdampak pada perusahaan, dengan kerugian ekonomi terjadi pada laba bersih dan rantai pasok.

Laporan terbaru dari perusahaan jasa keuangan Morgan Stanley, 57 persen perusahaan yang disurvei mengalami dampak operasional dalam setahun terakhir akibat krisis iklim.

Baca juga:

Secara global, panas ekstrem menjadi pengganggu terbesar, dengan 55 persen perusahaan merasakan dampaknya.

Persentase tersebut disusul cuaca ekstrem dan badai dengan 53 persen yang terdampak; kebakaran hutan atau asap 36 persen; kekeringan atau kekurangan air 34 persen; serta banjir atau naiknya permukaan laut 33 persen.

Peningkatan biaya, seperti asuransi dan permasalahan pasokan, menjadi dampak paling umum yang dirasakan perusahaan atau sekitar 54 persen.

Hal itu diikuti gangguan terhadap tenaga kerja, seperti keselamatan karyawan dan ketidakhadiran sebesar 40 persen; kerugian pendapatan akibat ganguan bisnis atau kegagalan rantai pasok 39 persen;

Lalu, pergeseran permintaan pelanggan atau klien 35 persen; peningkatan pengawasan investor, terutama manajemen risiko, sekitar 34 persen; serta kerusakan aset fisik atau infrastruktur sebesar 31 persen.

Baca juga:

Kerugian perusahaan akibat panas ekstrem

Suhu tinggi diprediksi berlanjut ke depannya

Menghadapi risiko panas ekstrem, perusahaan dinilai tengah melirik kredit karbon dan solusi berbasis alam.Shutterstock/Panorama Images Menghadapi risiko panas ekstrem, perusahaan dinilai tengah melirik kredit karbon dan solusi berbasis alam.

Studi terbaru dari University of Oxford, Inggris, mengingatkan, hampir setengah dari populasi dunia akan hidup dalam kondisi panas ekstrem pada tahun 2050.

Panas ekstrem diproyeksikan akan menyebabkan kerugian ekonomi besar-besaran yang ditimbulkan dari risiko kesehatan dan kesejahteraan manusia. Bahkan, panas ekstrem dapat menghapus triliunan dollar Amerika Serikat (AS) produktivitas global setiap tahunnya sejak tahun 2030.

Minat baru terhadap adaptasi dan ketahanan membentuk investasi pada sektor publik atau swasta seiring panas ekstrem menjadi perhatian utama pemerintah dan dewan direksi. Apalagi perusahaan mengalami penurunan produktivitas akibat suhu tinggi.

Perusahaan asuransi juga membunyikan alarm mengenai mengenai dampak langsung panas ekstrem dan efek berantai pada frekuensi kekeringan maupun kebakaran hutan.

"Suhu tinggi diperkirakan akan terus berlanjut (dan menjadi lebih ekstrem) masa depan, yang berarti perusahaan harus bertindak sekarang," ujar Kepala Unit Mitigasi Iklim dan Ketua Tim Global Program UN-REDD di UNEP, Gabriel Labbatte, dilansir dari Edie.net, Senin (16/3/2026).

Sektor swasta disebut harus berinvestasi dalam aksi iklim di dalam dan di luar rantai nilai untuk meningkatkan ketahanan, mengurangi dampak terburuk dari pemanasan global, dan melindungi keuntungan mereka. 

Hal itu berlaku pula bagi industri dengan rantai pasokan global karena sebagian besar pengadaan global bergantung pada wilayah geografis yang sangat rentan terhadap krisis iklim.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
CRC Dorong Pendekatan Baru untuk Perkuat Ketahanan Kota di Era Digital
CRC Dorong Pendekatan Baru untuk Perkuat Ketahanan Kota di Era Digital
Swasta
IPB University Pamerkan Inovasi Hasil Riset untuk Petani dan Nelayan di PENAS XVII Gorontalo
IPB University Pamerkan Inovasi Hasil Riset untuk Petani dan Nelayan di PENAS XVII Gorontalo
Pemerintah
Tak Pandang Usia, Gelombang Panas Ancam Kesehatan Orang Muda dan Tua
Tak Pandang Usia, Gelombang Panas Ancam Kesehatan Orang Muda dan Tua
Pemerintah
Pusat Data Kini Makin Sering Digugat Secara Hukum Akibat Isu Iklim
Pusat Data Kini Makin Sering Digugat Secara Hukum Akibat Isu Iklim
Pemerintah
Komunitas Properti dan Konstruksi Bersinergi Dukung Perbaikan Fasilitas Pendidikan
Komunitas Properti dan Konstruksi Bersinergi Dukung Perbaikan Fasilitas Pendidikan
Swasta
Kecepatan Adaptasi Tentukan Nasib Mahluk Hidup di Bumi, Kok Bisa?
Kecepatan Adaptasi Tentukan Nasib Mahluk Hidup di Bumi, Kok Bisa?
LSM/Figur
Terjebak Urusan Domestik Tanpa Gaji, Hambat Karier Jutaan Perempuan
Terjebak Urusan Domestik Tanpa Gaji, Hambat Karier Jutaan Perempuan
Pemerintah
Melihat Budi Daya Ikan Ramah Lingkungan di Gang Sempit Ibukota
Melihat Budi Daya Ikan Ramah Lingkungan di Gang Sempit Ibukota
LSM/Figur
Ketergantungan Penduduk di Asia pada Pendingin Ruangan Bisa Perburuk Krisis Iklim
Ketergantungan Penduduk di Asia pada Pendingin Ruangan Bisa Perburuk Krisis Iklim
LSM/Figur
Denmark Usulkan Harga Tiket Pesawat Naik untuk Tekan Emisi Penerbangan
Denmark Usulkan Harga Tiket Pesawat Naik untuk Tekan Emisi Penerbangan
Pemerintah
Kelompok Tani Sinar Cabe Raup Omzet Rp 30 Juta Per Bulan dari Kebun Buah Naga
Kelompok Tani Sinar Cabe Raup Omzet Rp 30 Juta Per Bulan dari Kebun Buah Naga
LSM/Figur
Pemadaman Bergilir Dinilai Ungkap Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
Pemadaman Bergilir Dinilai Ungkap Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
LSM/Figur
PLTG Dinilai Paling Rentan Krisis Iklim, Kapasitas Berpotensi Turun hingga 4 Persen
PLTG Dinilai Paling Rentan Krisis Iklim, Kapasitas Berpotensi Turun hingga 4 Persen
LSM/Figur
Indonesia Perkuat Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Indonesia Perkuat Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Pemerintah
Bahaya Kabut Asap, Risiko Tinggi Menanti Indonesia dan Negara Tetangga
Bahaya Kabut Asap, Risiko Tinggi Menanti Indonesia dan Negara Tetangga
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau