Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Energi ke Kreatif, Langkah Bloom Group Bangun Bisnis yang Lebih Adaptif

Kompas.com, 17 Maret 2026, 19:00 WIB
Add on Google
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah dinamika ekonomi global, pelaku usaha dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan tanggung jawab keberlanjutan.

Transformasi model bisnis pun menjadi langkah penting untuk memastikan daya tahan di masa depan.

Adapun sinergi lintas sektor dinilai menjadi salah satu strategi yang relevan. Hal ini tecermin dari kunjungan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ke Bloom Group, baru-baru ini.

Kehadiran Sandiaga disambut Chief Executive Officer (CEO) Bloom Group, Andrew Chu. Selain menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan model bisnis perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sektor strategis.

Bloom Group diketahui mengembangkan ekosistem bisnis yang mencakup energi, logistik, hingga media kreatif. Pendekatan ini dinilai mencerminkan upaya perusahaan dalam membangun model bisnis yang lebih adaptif di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Baca juga: Krisis Iklim Ubah Jalur Migrasi Penyu Tempayan, Gap Rasio Jenis Kelamin Ancam Keberlanjutan Populasi

Di sektor energi, perusahaan melalui unit Bloom Energy berfokus pada aktivitas perdagangan batu bara dengan pengelolaan yang terstruktur.

Sementara itu, PRAU berperan sebagai intermediate stockpile guna mendukung efisiensi rantai pasok energi.

Pada sektor logistik, Bloom X menyediakan layanan transportasi berat untuk distribusi komoditas melalui berbagai moda, termasuk tongkang dan sistem logistik terpadu.

Adapun di sektor kreatif, Bloom Media hadir sebagai unit yang bergerak dalam produksi konten digital serta pengelolaan kreator di berbagai platform.

Andrew mengatakan, kombinasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara bisnis berbasis komoditas dan sektor kreatif yang lebih dinamis.

Baca juga: Dari Bekas Tambang Jadi Hutan, Jejak Keberlanjutan PT Vale di Sorowako

“Melihat Bloom Group, kita melihat bagaimana sebuah perusahaan bisa adaptif. Di satu sisi kuat di sektor fundamental seperti energi dan logistik, tapi di sisi lain juga sangat memahami pentingnya konten,” ujar Andrew dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2026).

Pada kesempatan tersebut, Sandiaga juga berdiskusi dengan jajaran direksi terkait pentingnya inovasi dan daya saing pelaku usaha nasional di tengah tantangan global.

Direktur Keuangan Bloom Group, Hatta, menambahkan, integrasi berbagai lini usaha tersebut dirancang untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih tangguh terhadap fluktuasi pasar.

Adapun pihaknya fokus menjaga keseimbangan antara sektor komoditas yang capital-intensive dengan sektor kreatif yang lebih dinamis.

“Kehadiran unit-unit seperti Bloom Energy hingga Bloom Media menciptakan ekosistem finansial yang saling memperkuat, sehingga holding tetap resilien menghadapi fluktuasi pasar," kata Hatta.

Baca juga: EY Luncurkan Kerangka Kerja untuk Integrasi Keberlanjutan Bisnis

Dengan portofolio yang mencakup energi, logistik, dan media kreatif, Bloom Group menunjukkan arah pengembangan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada ketahanan dan adaptasi di tengah perubahan zaman.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau