KOMPAS.com – Di tengah dinamika ekonomi global, pelaku usaha dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan tanggung jawab keberlanjutan.
Transformasi model bisnis pun menjadi langkah penting untuk memastikan daya tahan di masa depan.
Adapun sinergi lintas sektor dinilai menjadi salah satu strategi yang relevan. Hal ini tecermin dari kunjungan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ke Bloom Group, baru-baru ini.
Kehadiran Sandiaga disambut Chief Executive Officer (CEO) Bloom Group, Andrew Chu. Selain menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan model bisnis perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sektor strategis.
Bloom Group diketahui mengembangkan ekosistem bisnis yang mencakup energi, logistik, hingga media kreatif. Pendekatan ini dinilai mencerminkan upaya perusahaan dalam membangun model bisnis yang lebih adaptif di tengah perubahan lanskap ekonomi.
Baca juga: Krisis Iklim Ubah Jalur Migrasi Penyu Tempayan, Gap Rasio Jenis Kelamin Ancam Keberlanjutan Populasi
Di sektor energi, perusahaan melalui unit Bloom Energy berfokus pada aktivitas perdagangan batu bara dengan pengelolaan yang terstruktur.
Sementara itu, PRAU berperan sebagai intermediate stockpile guna mendukung efisiensi rantai pasok energi.
Pada sektor logistik, Bloom X menyediakan layanan transportasi berat untuk distribusi komoditas melalui berbagai moda, termasuk tongkang dan sistem logistik terpadu.
Adapun di sektor kreatif, Bloom Media hadir sebagai unit yang bergerak dalam produksi konten digital serta pengelolaan kreator di berbagai platform.
Andrew mengatakan, kombinasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara bisnis berbasis komoditas dan sektor kreatif yang lebih dinamis.
Baca juga: Dari Bekas Tambang Jadi Hutan, Jejak Keberlanjutan PT Vale di Sorowako
“Melihat Bloom Group, kita melihat bagaimana sebuah perusahaan bisa adaptif. Di satu sisi kuat di sektor fundamental seperti energi dan logistik, tapi di sisi lain juga sangat memahami pentingnya konten,” ujar Andrew dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, Sandiaga juga berdiskusi dengan jajaran direksi terkait pentingnya inovasi dan daya saing pelaku usaha nasional di tengah tantangan global.
Direktur Keuangan Bloom Group, Hatta, menambahkan, integrasi berbagai lini usaha tersebut dirancang untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih tangguh terhadap fluktuasi pasar.
Adapun pihaknya fokus menjaga keseimbangan antara sektor komoditas yang capital-intensive dengan sektor kreatif yang lebih dinamis.
“Kehadiran unit-unit seperti Bloom Energy hingga Bloom Media menciptakan ekosistem finansial yang saling memperkuat, sehingga holding tetap resilien menghadapi fluktuasi pasar," kata Hatta.
Baca juga: EY Luncurkan Kerangka Kerja untuk Integrasi Keberlanjutan Bisnis
Dengan portofolio yang mencakup energi, logistik, dan media kreatif, Bloom Group menunjukkan arah pengembangan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada ketahanan dan adaptasi di tengah perubahan zaman.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya