Editor
KOMPAS.com - Korea Selatan melakukan antisipasi dampak krisis Timur Tengah terhadap pasokan energi, dengan memastikan stabilnya pasokan energi alternatif.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menekankan perlunya persiapan menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan langkah antisipasi jika harga minyak kembali bergejolak.
"Sekarang kita perlu mengembangkan langkah-langkah dengan asumsi situasi berkepanjangan, termasuk skenario terburuk," kata Lee dalam rapat pemerintah pada Selasa (17/3/2026) dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Strategi Efisiensi Energi
Ia mengatakan jika dinamika saat ini berlanjut, harga minyak yang stabil baru-baru ini bisa kembali melonjak sehingga meningkatkan tekanan terhadap ekonomi dan standar hidup.
Lee memerintahkan para pejabat Korea Selatan (Korsel) memanfaatkan saluran diplomatik untuk memastikan pasokan energi alternatif yang stabil.
Korsel sebelumnya telah mengambil langkah serupa dengan mengimpor tambahan minyak dari Uni Emirat Arab, katanya.
Lee juga menyerukan persiapan konservasi energi nasional yang bisa mencakup pembatasan penggunaan mobil, seperti sistem lima atau 10 hari.
Pihak berwenang dapat mempertimbangkan penerapan kontrol ekspor dan status darurat energi, termasuk meningkatkan produksi di pembangkit listrik tenaga nuklir, jika diperlukan.
"Sebagai langkah jangka menengah, perlu beralih dari sistem energi berbasis bahan bakar fosil ke sistem energi terbarukan sesegera mungkin," kata Lee.
Baca juga: RDF Plant Diharapkan Bisa Suplai Energi Alternatif untuk Pabrik Semen
Ia juga menyoroti risiko sosial dari krisis berkepanjangan yang dapat membebani kelompok rentan dan mendorong pihak lain mencari keuntungan.
Ia mendesak penyusunan cepat anggaran tambahan untuk mendukung kelompok rentan dan para eksportir.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya