Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PGE Area Ulubelu Bangun Jembatan Ulu Semong dari Bonus Produksi Panas Bumi

Kompas.com, 18 Maret 2026, 15:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membangun dan meresmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Infrastruktur tersebut dibangun melalui alokasi bonus produksi PGE Area Ulubelu sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.

Pjs. General Manager PGE Area Ulubelu, Rizaldy mengungkapkan pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah operasional, khususnya di Kabupaten Tanggamus dan Kecamatan Ulubelu.

“Komitmen ini merupakan kelanjutan dari berbagai kontribusi nyata perusahaan sebelumnya, seperti proyek peningkatan Jalan Kali Kemis di Pekon Muaradua–Ngarip serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan guna mendorong peningkatan taraf ekonomi masyarakat setempat,” ungkap Rizaldy dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Selandia Baru Ungkap Besarnya Potensi Panas Bumi di Sulawesi Utara

Rizaldy menyatakan pembangunan jembatan menelan anggaran lebih dari Rp 5 miliar yang bersumber dari alokasi bonus produksi PGE Area Ulubelu pada tahun sebelumnya.

Kehadiran jembatan ini dinilai sangat strategis karena menjadi penghubung utama yang mempermudah mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.

Dalam kesempatan ini, Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi menyampaikan pembangunan jembatan ini merupakan jawaban dari harapan masyarakat Kecamatan Ulubelu yang selama ini menantikan akses infrastruktur yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Ulu Semong menjadi bukti nyata bahwa keberadaan industri panas bumi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kehadiran jembatan ini bukan hanya mempermudah akses transportasi warga, tetapi juga menjadi simbol sinergi yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Tanggamus. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaat pengembangan panas bumi benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

PGE Area Ulubelu juga terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kecamatan Ulubelu.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk budidaya melon yang membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Baca juga: Aktif Investasi di Panas Bumi RI, Siapa Pemilik Ormat Technologies?

Selain itu, PGE turut membina Kelompok KUPS Margo Rukun Bestari yang berhasil mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik bernama Pertaganik, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Di sektor komoditas unggulan daerah, PGE juga melakukan pembinaan terhadap kelompok petani kopi Kopi Beloe guna meningkatkan kualitas, produktivitas, serta nilai tambah kopi lokal Ulubelu sehingga mampu memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau