Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang

Kompas.com, 10 April 2026, 08:06 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

MALANG, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berupaya memenuhi kebutuhan pasokan energi dalam jangka panjang.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi, Edi Karyanto menyatakan di tengah dinamika geopolitik global, disrupsi rantai pasok energi, serta volatilitas harga minyak dan gas dunia, penguatan fondasi energi domestik menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Kami di PHE berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi migas nasional melalui optimalisasi aset eksisting, eksplorasi sumber daya baru, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan recovery rate. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” ujarnya dalam acara "Media Gathering", Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Pengamat UGM Sebut Pemerintah Harus Batasi BBM Subsidi Saat Harga Minyak Naik

Sepanjang 2025, PHE mencatatkan produksi sebesar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari 557.000 barel minyak per hari (MBOPD) dan 2,8 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD).

Hingga saat ini, PHE berkontribusi terhadap 65 persen produksi minyak nasional dan 35 persen produksi gas di Indonesia.

Menjaga Pasokan

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan, pada 2026 PHE menjalankan berbagai program, antara lain pengembangan lapangan migas, implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi wilayah prospektif, minyak non konvensional, serta evaluasi peluang merger dan akuisisi guna memperkuat portofolio hulu migas.

Selain itu, PHE juga mempersiapkan transformasi energi melalui upaya pengembangan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Ketahanan energi ke depan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi. Karena itu, PHE mendorong inisiatif dekarbonisasi operasi serta pengembangan bisnis Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS)/ Carbon Capture Storage (CCS)” tambah Edi.

Baca juga: Kapan Permintaan Minyak Bumi Global Mencapai Puncak?

Edi juga mengungkapkan perseroan terus melakukan standby di berbagai lokasi di luar negeri guna menjaga pasokan migas nasional terjaga akibat ketegangan di Timur Tengah.

Adapun negara-negara yang menjadi wilayah kerja PHE meliputi Aljazair (lapangan migas), Malaysia (blok hulu migas), Irak (Blok West Qurna 1), Prancis (lapangan migas), Italia (lapangan migas), Tanzania (proyek hulu migas), Gabon (aset lapangan migas), Nigeria (aset lapangan migas), Kolombia (aset lapangan migas), Angola (aset lapangan migas), serta Venezuela (aset lapangan migas).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Swasta
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
BrandzView
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Warga dan Hutan Konservasi, Menjaga Ruang Hidup di Solok Selatan
Swasta
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
Inisiatif Warung FDC, Pemberdayaan UMKM Berbasis Kebutuhan
LSM/Figur
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Swasta
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau