Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WWF Gandeng 6 Universitas terkait Riset Konservasi Gajah Sumatera

Kompas.com, 17 April 2026, 17:30 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan WWF Indonesia menggandeng enam universitas di Indonesia dan mancanegara untuk memperkuat penelitian terkait konservasi gajah sumatera di Lansekap Peusangan, Aceh,.

Dukungan riset universitas ini dalam rangka memperkuat Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) PECI Center, sebagai inisiatif baru guna meningkatkan praktik, mendorong inovasi dan memacu kemajuan melalui penelitian, pendidikan, serta kerja sama pemangku kepentingan.

Conservation Director WWF Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki menyebut, keterlibatan kampus menjadi pilar strategis dalam konservasi satwa dilindungi tersebut.

Baca juga: Jerat Listrik Ancam Gajah Sumatera, Koridor Habitat Kian Terfragmentasi

"Karena perannya sebagai pusat riset multidisiplin melalui pengembangan inovasi dan penerapan dalam upaya mencari solusi atas tantangan konservasi gajah sumatera di Aceh ke depan," kata Dewi dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

"Kerja sama ini akan mengkonsolidasikan para ahli di bidangnya sehingga dapat menciptakan praktik baik bagi konservasi gajah sumatera di Aceh," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Pusat Riset Kopi dan Kakao Universitas Syiah Kuala, Abubakar menuturkan universitas yang bergabung telah menyusun rencana aksi untuk mengidentifikasi isu dan rencana pengembangan riset gajah.

Termasuk cara mengembangkan koeksistensi atau hidup berdampingan antara manusia dengan gajah hingga menyelesaikan konflik keduanya.

Baca juga: Cegah Konflik Manusia-Gajah, Kemenhut Pasang Pembatas di TN Way Kambas

"Selain itu akan dikembangkan juga kegiatan pendidikan dan pelatihan serta mendorong kebijakan dan advokasi," ucap Abu.

Ia lalu menyatakan dukungan terhadap PECI Center. Sebagai informasi, PECI merupakan program kerja sama WWF Indonesia, Kementerian Kehutanan dan PT Tusam Hutani Lestari (THL) untuk konservasi gajah sumatera di Peusangan yang dimulai sejak 2025 dengan dukungan Pemerintah Indonesia dan Inggris.

PECI merupakan pengelolaan lanskap terpadu, dengan menggabungkan konservasi gajah, produksi agroforestri berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi lokal menuju ekonomi yang menempatkan alam sebagai pusat pembangunan di Indonesia.

Dalam hal ini, Bank HSBC Indonesia memberikan dukungan penuh pada pengembangan PECI Center.

"Dukungan kami terhadap PECI Center di Aceh mencerminkan misi filantropi kami untuk mendorong perubahan sistemik dengan memadukan riset ilmiah multidisiplin serta keahlian finansial," papar Head of Corporate Sustainability, HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko.

Baca juga: Pemerintah Akan Bangun Pagar 138 Km di TNWK, Akhiri Konflik Gajah-Manusia 43 Tahun

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menghadiri pertemuan di Lancaster House, London, Rabu (21/1/2026). Tujuannya menggalang dukungan bagi konservasi keanekaragaman hayati dan lanskap unik Indonesia, salah satunya melalui PECI.

Pertemuan keduanya menghasilkan komitmen kerja sama Indonesia dan Inggris dalam upaya pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup, khususnya di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, serta Peusangan. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau