KOMPAS.com - Air tanah yang tersimpan di dekat garis pantai dunia menjadi sumber air minum bagi banyak orang. Namun sebuah studi baru menunjukkan bahwa sumber daya tersebut semakin terancam.
Banyak wilayah pesisir mengalami perubahan besar pada permukaan air tanahnya, yang bisa menyebabkan air laut masuk ke daratan dan mencemari cadangan air bersih.
Melansir Earth, Rabu (15/4/2026) temuan ini berasal dari tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Robert Reinecke dan Annika Nolte dari Jerman.
Menurut para peneliti, gabungan antara penyedotan air tanah yang berlebihan dan naiknya permukaan air laut menciptakan situasi berbahaya bagi wilayah pesisir di seluruh dunia.
"Antara tahun 1990 dan 2024, lebih dari 20 persen wilayah pesisir yang kami teliti menunjukkan perubahan besar pada level air tanahnya. Di beberapa tempat, permukaan air tanah turun lebih dari 50 sentimeter setiap tahunnya,” kata Reinecke.
“Hal ini menunjukkan adanya pengambilan air yang berlebihan. Akibatnya, air laut bisa masuk ke daratan dan menyebabkan air tanah menjadi asin (salinisasi)," terangnya.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancam Kualitas Air Tanah
Dalam studinya, peneliti mengumpulkan informasi dari sekitar 480.000 sumur di berbagai negara. Ini adalah kumpulan data pengukuran air tanah pesisir terbesar di dunia sejauh ini. Dengan data yang luas ini, tim peneliti bisa membandingkan kondisi air tanah di berbagai wilayah yang berbeda secara akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan air tanah tidak berubah dengan cara yang sama di semua tempat. Di beberapa lokasi, permukaannya naik, sementara di lokasi lain justru turun.
Namun, secara keseluruhan, polanya menjadi lebih mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Para peneliti menemukan bahwa sejak 2016, penurunan air tanah telah terjadi di wilayah yang semakin luas.
Penurunan paling parah terutama terlihat di sepanjang pantai Amerika Serikat dan Amerika Tengah, di sekitar Laut Tengah, di Afrika Selatan, India, dan Australia bagian selatan.
Di tempat-tempat inilah tanda-tanda bahaya sudah terlihat sangat jelas. Kekhawatirannya bukan hanya karena permukaan air tanah yang berubah, tetapi juga dampak buruk yang bisa dipicu oleh perubahan tersebut.
Ketika permukaan air tawar turun terlalu rendah, keseimbangan antara air tanah dan air laut menjadi mudah terganggu. Dalam kondisi tersebut, air asin dapat mulai masuk ke dalam cadangan air tawar di bawah tanah.
Studi ini menjelaskan bahwa interaksi ini sangat serius karena didorong oleh dua kekuatan sekaligus.
Penyedotan air tanah secara besar-besaran memperlemah sistem dari satu sisi, sementara perubahan iklim melalui naiknya permukaan laut menambah tekanan dari sisi lainnya.
Para peneliti juga melihat wilayah pesisir mana saja yang paling rentan terhadap masuknya air laut.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya