Editor
KOMPAS.com - Investor asal Belanda menjajaki berbagai potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Papua serta membuka peluang kerja sama yang konkret.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menyatakan delegasi Belanda telah melakukan kunjungan ke Papua dan diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang konkret.
"Rombongan investor langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi untuk melihat potensi unggulan Papua, mulai dari sumber energi terbarukan hingga sektor perkebunan dan hasil hutan," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Inggris Kucurkan Rp 115 Miliar untuk Krematorium agar Beralih ke EBT
Menurut Aryoko, kunjungan delegasi misi penjajakan kerja sama dan bisnis yang dipimpin Alfred van der Klis ke Bumi Cenderawasih guna melihat langsung kondisi alam setempat.
“Hari ini rombongan telah melihat potensi air sebagai sumber energi listrik, kemudian energi surya di beberapa wilayah, serta potensi lokal seperti sagu yang sudah dikelola masyarakat,” ujar dia.
Dia menjelaskan, pengembangan potensi lokal menjadi fokus utama dalam kerja sama tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Selain itu rombongan juga menaruh perhatian pada komoditas lain seperti minyak kayu putih, kakao, dan vanili yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya lagi.
Dia menambahkan pemerintah provinsi juga mengharapkan ada dukungan pendanaan dan fasilitas untuk pengembangan sekolah vokasi, sehingga lulusan dapat langsung terserap di dunia kerja.
"Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tahap wacana, melainkan dapat direalisasikan dalam program nyata yang berdampak pada peningkatan ekonomi daerah," ujar dia.
Sementara itu, delegasi misi penjajakan kerja sama dan bisnis yang dipimpin Alfred van der Klis mengatakan kedatangan ke Papua bertujuan untuk menghubungkan masyarakat dan memperkuat pertukaran pengetahuan serta praktik baik, khususnya dalam sektor pendidikan, teknologi pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja.
Baca juga: Gejolak LPG Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Bisakah Indonesia Beralih ke EBT?
“Kami ingin mendorong proyek-proyek ekonomi yang berdampak, terutama yang berfokus pada pendidikan, teknologi pendidikan, dan pekerjaan,” katanya.
Menurut Alfred, pihaknya juga tertarik mengembangkan proyek energi terbarukan, seperti pemanfaatan tenaga surya dalam skala kecil yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Papua.
"Pada kunjungan ini kami bersama mitra juga telah mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Sentani di Kampung Abar, lalu melihat langsung penerapan sistem panel surya serta rumah produksi sagu sebagai bagian dari potensi ekonomi lokal," ujar dia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya