KOMPAS.com - Krematorium di Inggris diberi insentif hingga 5 juta pound sterling (setara Rp 115 miliar) agar beralih ke energi baru terbarukan (EBT) dan mengganti fasilitas yang ada dengan teknologi yang lebih hemat energi.
"Kesempatan untuk berinvestasi dalam fasilitas krematorium tidak datang sesering mungkin, biasanya hanya sekali dalam satu generasi, jadi ini adalah sesuatu yang benar-benar membuat kami senang dapat melakukannya," ujar anggota Dewan Kota Gloucester, Declan Wilson, dilansir dari BBC, Selasa (14/4/2026).
Dewan Kota Gloucester di Inggris berharap Krematorium Coney Hill menggunakan gas hijau atau biomethane pertanian dan 100 persen beralih ke EBT untuk sumber listrik di seluruh asetnya.
Baca juga: Lonjakan EBT Bikin Ekspor China Bertahan Saat Pasokan Energi Terguncang
Dalam rencana keuangan lima tahunnya, Dewan Kota Gloucester menyatakan akan menghabiskan 3,8 juta pound sterling Inggris (setara Rp 87 miliar) untuk tahun 2026-2027 dan 1,2 juta pound sterling Inggris (setara Rp 27 miliar) pada 2027-2028 dari anggaran modalnya untuk struktur krematorium itu.
Menurut Wilson, investasi itu akan memungkinkan Dewan Kota Gloucester untuk membuat fasilitas senyaman mungkin bagi keluarga di saat yang seringkali merupakan salah satu masa tersulit dalam hidup mereka.
Sementara itu, anggota Dewan Kota Gloucester, Sebastian Field, mengaku senang krematorium tersebut akan beralih ke energi yang ramah lingkungan.
"Dewan Kota Gloucester sedang membuat kemajuan nyata dan terukur menuju tujuan dekarbonisasi kami," ucapnya.
Dewan Kota Gloucester menerima pasokan energinya melalui West Mercia Energy berdasarkan kesepakatan bersama dengan Dewan Borough Tewkesbury. Perjanjian baru yang diusulkan mulai 1 April 2026, mewakili perkiraan pengeluaran sebesar 2,23 juta pound sterling Inggris (setara Rp 51 miliar) selama tiga tahun.
Baca juga: Belajar dari India, Indonesia Dinilai Perlu Target Ambisius EBT
Dilansir dari Punchline-gloucester, dana tersebut rencananya juga akan digunakan untuk membangun tiga krematorium baru yang dilengkapi peralatan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) 100 persen dan sistem pertukaran panas. Pembangunan juga mencakup ruang melihat jenazah, ruang buku kenangan, ruang resepsi dan kantor, area tunggu bagi pengurus dan pengusung jenazah, serta taman beratap yang baru.
Pintu keluar kapel juga akan dijadikan jalur pejalan kaki, sehingga memungkinkan akses jalan lain hanya untuk mobil jenazah demi memastikan manajemen lalu lintas yang lebih baik dan keselamatan para pelayat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya