KOMPAS.com - Alumni Kolese Kanisius (CC) Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Hutan Organik (YHO) sebagai mitra strategis dalam penanaman dan perawatan 2.200 bibit pohon di kawasan hutan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (18/4/2026).
Program reforestasi tersebut bertujuan mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan di wilayah penyangga penting bagi Jawa Barat dan Jakarta Raya.
Selain penanaman, kegiatan reforestasi Back2Nature yang melibatkan alumni lintas angkatan dari lulusan tahun 1986-2015 ini juga menyerahkan donasi sebesar Rp 225 juta untuk mendukung pelaksanaan program reforestasi yang berkelanjutan.
Baca juga: Banjir Rob di Marunda Tak Surut, Penanaman Mangrove Dipertanyakan
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk menanam 1.000 tanaman keras dan 1.000 pohon kopi. Tanaman keras berfungsi sebagai keseimbangan ekosistem dan cadangan air. Sedangkan kopi menjadi komoditas ekonomis yang mendukung keberlanjutan perawatan tanaman.
“Kegiatan ini terwujud berkat dukungan komunitas alumni; mitra swasta, yakni Solterra Solar Technology, Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan beberapa pihak lain; pemerintah melalui Kementerian Kehutanan, bersama Yayasan Hutan
Organik yang konsisten memulihkan kawasan hutan penyangga Jakarta,” ujar Ketua Panitia Back2Nature, Julius Mario dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).
Penanaman merupakan bagian dari kegiatan Back2Nature – CCAD 2026: Engaging Canisian, yang menggabungkan kebersamaan alumni dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Baca juga: Warga Pamulang Mas Tolak Tanggul 1 Meter, Khawatir Pohon Ditebang dan Resapan Berkurang
“Melalui Back2Nature, dan kegiatan-kegiatan lain dalam CCAD 2026, kami ingin memperkuat brotherhood lintas generasi CC sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ucap Rifan Oktavianus, Ketua Umum CCAD 2026.
“Banyak program berhenti di penanaman. Kami menerapkan metode agroforestry dengan pendekatan tanam–rawat sebagai solusi problematika tersebut. Hasil panen kopi akan membantu pembiayaan perawatan, sehingga tanaman keras dapat tumbuh optimal sebagai penjaga ekologi,” tutur pendiri Yayasan Hutan Organik, Rosita Istiawan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya