Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Konservasi dan Ekonomi, Masyarakat Kampung Salafen Uji Coba Wisata Buka Sasi

Kompas.com, 4 Juni 2026, 20:08 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok Perempuan Zakan Day dan masyarakat Kampung Salafen, Misool Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya, menggelar kegiatan buka sasi pada 20-22 Mei 2026.

Tujuannya, mendorong pengembangan wisata minat khusus yang mengangkat praktik pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal di Raja Ampat.

Sasi adalah tradisi pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang telah lama diterapkan masyarakat adat di Papua dan Maluku.

Melalui mekanisme buka-tutup kawasan secara adat, masyarakat mengatur pemanfaatan sumber daya secara terukur untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Ketua Kelompok Perempuan Zakan Day, Yermina Rumayom menyampaikan kegiatan buka sasi bukan sekadar atraksi wisata, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai adat dan praktik pengelolaan laut berbasis masyarakat.

Baca juga: Startup AS dan Portugal Kembangkan Teknologi Pemantauan Wilayah Konservasi RI

“Buka sasi adalah bagian dari cara masyarakat menjaga laut dan sumber daya alam secara bersama-sama. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi yang dikelola langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Di Kampung Salafen, wilayah sasi yang dikelola Kelompok Perempuan Zakan Day mencapai 497,85 hektare. Komoditas utama yang diatur antara lain teripang dan lobster. 

Dalam kegiatan ini, peserta mengikuti berbagai aktivitas budaya dan pembelajaran, mulai dari ritual adat buka sasi, panen hasil laut, hingga diskusi mengenai siklus pengelolaan sasi dan pencatatan hasil panen. Selama kegiatan, peserta tinggal bersama masyarakat untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat pesisir.

Sementara itu, tokoh adat Kampung Salafen, Agustinus Day memandang sasi sebagai warisan pengetahuan yang tidak hanya memiliki makna budaya, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan alam.

“Sasi mengajarkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam dan mengambil hasilnya secara bijaksana. Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda maupun pengunjung yang datang ke kampung,” kata Agustinus.

Baca juga: Sampah Plastik Makanan dan Minuman Dominasi Laut Indonesia

Pembangunan Wisata Berkelanjutan

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo mengungkapkan pengembangan wisata berbasis budaya dan konservasi sejalan dengan arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Papua Barat Daya.

“Wisata berbasis masyarakat seperti buka sasi di Salafen memiliki nilai penting karena menghubungkan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Pendekatan ini menjadi salah satu potensi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Papua Barat Daya,” ujar Yusdi dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Masyarakat Raja Ampat, lanjut dia, telah lama hidup berdampingan dengan alam dan menjadikan sasi sebagai bagian penting dari kehidupan mereka. Menurut Yusdi, praktik ini merupakan bentuk kesepakatan bersama guna menjaga keberlanjutan sumber daya laut agar terus dimanfaatkan generasi mendatang.

“Kelompok Perempuan Zakan Day menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga menjadi penjaga ekosistem. Apa yang mereka lakukan hari ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian Raja Ampat,” jelas dia.

Melalui uji coba, masyarakat Kampung Salafen juga menghimpun masukan peserta untuk pengembangan paket wisata, terutama terkait pelayanan, konservasi, keselamatan perjalanan, dan penguatan budaya

Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Muhammad Ilman menyebutkan praktik pengelolaan berbasis kearifan lokal seperti sasi merupakan bagian penting dalam mendukung konservasi laut yang efektif.

“YKAN mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat seperti di Kampung Salafen karena manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya dan sumber daya alam,” papar Ilman.

Kelompok Perempuan Zakan Day bersama masyarakat Kampung Salafen berharap pengembangan ekowisata buka sasi dapat menjadi model wisata berbasis masyarakat yang mendukung konservasi, pelestarian budaya lokal, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau