Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah peningkatan tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan, inisiatif keberlanjutan masih kerap dipersepsikan sebagai beban biaya.
Namun, menurut Anggota Dewan Pengawas Indonesia Society of Sustainability Professionals (IS2P) Sony Sukada, pada Lestari Forum, Kamis (9/4/2026), pendekatan yang bersifat simbolis tidak lagi relevan di tengah kebutuhan akan dampak yang nyata dan terukur.
Kondisi itu tidak terlepas dari peningkatan tekanan terhadap dunia usaha, baik dari sisi efisiensi biaya maupun tuntutan transparansi dari para pemangku kepentingan.
Baca juga: Sustainability Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan pun dituntut memastikan setiap inisiatif yang dijalankan, termasuk keberlanjutan, mampu memberikan nilai tambah yang jelas terhadap operasional dan kinerja bisnis," ujar dia dalam penjelasan dikutip Selasa (28/4/2026).
Dalam praktiknya, pendekatan tersebut telah diadopsi oleh sejumlah perusahaan yang menjadi pemenang Lestari Awards 2025. Beragam inisiatif yang dijalankan menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat diterjemahkan ke dalam strategi yang relevan dengan kebutuhan bisnis masing-masing sektor.
PT PLN (Persero) meraih dua penghargaan dalam ajang Lestari Awards 2025 pada kategori Good Health and Wellbeing serta Talent Management melalui program GELORA (Gerak Kolaboratif UID Banten Jawara) dan Transformasi SDM PLN Icon Plus.
Kedua program ini berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendekatan kesehatan, pengembangan kompetensi, serta budaya kerja.
Program Transformasi SDM PLN Icon Plus dijalankan melalui berbagai pelatihan, coaching, dan digitalisasi sistem Human Capital, dengan peningkatan kompetensi teknis dan perilaku karyawan. Sementara itu, program GELORA mendorong penerapan gaya hidup sehat berbasis teknologi digital melalui pemantauan aktivitas fisik pegawai.
Implementasi kedua program tersebut menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan karyawan, pemanfaatan layanan kesehatan digital, serta efisiensi biaya kesehatan perusahaan.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meraih penghargaan Lestari Awards 2025 untuk kategori Innovative Partnership melalui program “Growing Together: Fusing Company and Community Into a Future-Focused Alliance.”
Program ini mengembangkan kemitraan antara perusahaan dan petani lokal melalui pendekatan creating shared value.
Melalui Foster Farmer Program, Sido Muncul memberikan pendampingan, pelatihan, serta dukungan akses pembiayaan dan bibit unggul kepada petani. Program ini juga didukung oleh fasilitas riset, seperti Sido Muncul Spices Research Center, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.
Hasilnya, kapasitas pasokan bahan baku meningkat hingga 492 ton dari 15 jenis komoditas herbal pada 2024. Kolaborasi itu juga mendorong peningkatan kapasitas pengetahuan petani dan penerapan praktik pertanian ramah lingkungan.
PT Pertamina International Shipping (PIS) meraih dua penghargaan Lestari Awards 2025 pada kategori Energy Efficiency dan Transformation melalui inisiatif efisiensi energi dan digitalisasi operasional. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung agenda dekarbonisasi.
Pada kategori Energy Efficiency, PIS menerapkan teknologi Energy Saving Devices (ESDs) untuk meningkatkan efisiensi propulsi kapal sehingga menurunkan konsumsi bahan bakar. Sementara itu, pada kategori Transformation, melalui Smart Claim Integration Platform, perusahaan mengembangkan sistem digital berbasis kecerdasan buatan untuk memantau dan mempercepat proses klaim maritim.
Baca juga: Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya