Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Sustainability" Tak Lagi Sekadar Formalitas, Harus Berdampak Nyata untuk Bisnis

Kompas.com, 15 April 2026, 11:32 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik sustainability atau keberlanjutan kini tidak lagi diposisikan sebagai formalitas atau sekadar pemenuhan regulasi.

Associate Director Climate Change and Sustainability Services EY Indonesia, Ika Merdekawati, menilai perusahaan harus mampu menunjukkan dampak nyata yang terukur dan relevan dengan strategi bisnis mereka.

Perubahan ini menjadi kian penting seiring meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan terhadap praktik keberlanjutan. Ika mengungkapkan, kerangka evaluasi sustainability mengalami pergeseran yang signifikan.

Baca juga: Tekanan Ekonomi Global Bikin Perusahaan Kurangi Inisiatif Keberlanjutan

“Pendekatan sustainability saat ini tidak lagi cukup berbasis aktivitas atau sekadar kepatuhan," kata Ika dalam Lestari Forum 2026 ditulis Rabu (15/4/2026).

"Perusahaan perlu memastikan bahwa setiap inisiatif memiliki strategi yang jelas, implementasi yang kuat, serta mampu memberikan dampak yang terukur,” imbuh dia.

Perusahaan dapat mengikuti penilaian praktik sustainability yang salah satunya diselenggarakan KG Media melalui Lestari Awards 2026.

Ika menyampaikan, pada tahun ini penilaian dilakukan dengan melihat keterkaitan program dengan strategi perusahaan, kualitas implementasi, serta keterlibatan pemangku kepentingan dalam pelaksanaannya.

Baca juga: Lestari Forum 2026: Sustainability Bagian dari Inti Bisnis

Penilaian juga menekankan pada pengukuran dampak yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta bagaimana inisiatif tersebut berkontribusi terhadap optimalisasi proses bisnis perusahaan.

“Indikator utama tidak hanya melihat aktivitas, tetapi juga kontribusi terhadap kinerja bisnis, dampak lingkungan dan sosial, penggunaan data dalam pengukuran, serta potensi pengembangan jangka panjang dari program tersebut,” papar Ika.

Sejalan dengan pentingnya penerapan kerangka strategis keberlanjutan tersebut, Lestari Forum 2026 sekaligus menjadi momentum pendorong bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memvalidasi dan mengukur dampak inisiatif mereka melalui Lestari Awards 2026.

Ajang yang diinisiasi oleh KG Media ini membuka ruang bagi entitas bisnis untuk memanggungkan praktik keberlanjutan yang telah terintegrasi dalam sistem operasional mereka.

Selain mendapatkan apresiasi, para pemenang Lestari Awards 2026 akan memperoleh amplifikasi publikasi melalui ekosistem KG Media, serta peluang emas untuk bersaing di kompetisi ESG tingkat regional Asia.

Lestari Awards 2026 hadir dengan kategori baru yaitu Circular Economy atau Circularity yang menyoroti praktik ekonomi sirkular dalam kegiatan bisnis.

Kategori lengkap Lestari Awards 2026, antara lain:

  • Ecosystem Conservation
  • Waste Management
  • Responsible Consumption and Production
  • Renewable Energy
  • Energy Efficiency
  • Diversity and Inclusion
  • Community Engagement
  • Human Rights and Labor Standards
  • Talent Management
  • Health and Wellbeing
  • Sustainable Supply Chain
  • Innovative Partnership
  • Business Transformation
  • Sustainable Product and Service
  • Circular Economy

Adapun kategori peserta Lestari Awards yaitu:

  • Small and Medium Enterprise (SME) yakni perusahaan dengan pendapatan tahunan di bawah Rp 50 miliar
  • Large Enterprise (LE) yakni perusahaan dengan pendapatan tahunan di atas Rp 50 miliar

Pendaftaran Lestari Awards 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi:
lestari.kgmedia.id/award

  1. Tahapan pendaftaran meliputi:
  2. Registrasi atau masuk menggunakan KG Media ID
  3. Pemilihan kategori sesuai dengan inisiatif yang diajukan
  4. Pengisian formulir pendaftaran serta pengunggahan dokumen pendukung
  5. Penyelesaian pembayaran biaya pendaftaran
  6. Konfirmasi dan pengecekan status pendaftaran

Proses pendaftaran berlangsung hingga Sabtu (9/5/2026).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sering Tak Disadari Penyelam, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Terumbu Karang
Sering Tak Disadari Penyelam, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Terumbu Karang
Pemerintah
BRIN Temukan 1.583 Spesies Baru Selama Hampir Enam Dekade Terakhir
BRIN Temukan 1.583 Spesies Baru Selama Hampir Enam Dekade Terakhir
Pemerintah
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Pemerintah
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat 'Illumination of Jakarta, Glow of Peace'
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat "Illumination of Jakarta, Glow of Peace"
Pemerintah
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Pemerintah
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Pemerintah
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Swasta
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
LSM/Figur
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
BUMN
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja 'Toxic'
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja "Toxic"
Swasta
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Pemerintah
Suhu Bumi Diprediksi Naik 1,9 Derajat C pada Tahun 2030
Suhu Bumi Diprediksi Naik 1,9 Derajat C pada Tahun 2030
Pemerintah
Emiten Energi Fosil Raup Keuntungan Fantastis, Saatnya 'Windfall Tax' Diterapkan
Emiten Energi Fosil Raup Keuntungan Fantastis, Saatnya "Windfall Tax" Diterapkan
LSM/Figur
Pengamat: Lingkungan Kerja 'Toxic' karena Supervisor jadi 'Raja Kecil'
Pengamat: Lingkungan Kerja "Toxic" karena Supervisor jadi "Raja Kecil"
Swasta
Dana Iklim Negara Maju Melampaui Target, Capai Lebih Rp1.787 Triliun
Dana Iklim Negara Maju Melampaui Target, Capai Lebih Rp1.787 Triliun
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau