Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen

Kompas.com, 28 Februari 2026, 12:12 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com – Di tengah gempuran produk fesyen massal yang serbacepat dan kompetitif, sejumlah jenama lokal memilih jalur berbeda. Tren fesyen tidak lagi sekadar soal harga dan kecepatan produksi, tetapi juga nilai di balik sebuah produk.

Craftsmanship—detail pengerjaan, kualitas bahan, dan sentuhan desain—menjadi nilai tambah yang makin dicari konsumen. Pendekatan ini mencerminkan perubahan perilaku pembeli yang kini lebih menghargai produk berumur panjang.

Filoposy menjadi salah satu brand yang konsisten mengusung konsep tersebut. Sejak berdiri pada 2019, perusahaan ini menekankan detail sebagai jiwa desain.

Founder Filoposy Averina Purlinda mengatakan, pakaian yang ia desain tidak hanya dibuat untuk fungsi, tetapi juga untuk menghadirkan nilai estetika dari pattern dan motifnya.

“Ada detail dari pattern dan embroidery yang menjadi bagian dari ekspresi desain. Vest meski bentuknya sederhana, saya ingin ada sentuhan yang membuatnya punya karakter sehingga tidak termakan zaman,” ujar Averina kepada Kompas.com dalam gelaran BCA Expoversary di Tangerang, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Poppy Dharsono Ungkap Ancaman Fast Fashion bagi Keberlangsungan Industri Fesyen Lokal

Baginya, craftsmanship memberi karakter yang tidak selalu bisa ditawarkan produk massal, sekaligus menjadi diferensiasi di pasar yang dibanjiri fast fashion.

Kompas.com berkesempatan mampir ke tenant Filoposy dalam gelaran BCA Expoversary belum lama ini. Event tahunan ini menjadi ruang bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) fesyen untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen baru.

Ragam produk, seperti Tissa Jacket Outer, Hanna Jacket, Nasya Jacket, dan Tyra Vest ditampilkan dengan sentuhan detail yang kuat. Handmade touch menjadi ciri khas Filoposy.

Setiap koleksi tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga kenyamanan dan daya tahan agar bisa dipakai dalam jangka panjang.

“Kami ingin menciptakan pakaian yang punya nilai dan cerita, bukan sekadar mengikuti tren sesaat,” tambah Averina.

Baca juga: Arumi Bachsin Ajak UMKM Fesyen Lokal Bangkit dan Bersaing di Pasar Global

Akar seni keluarga

Brand Filoposy sendiri tidak bisa dilepaskan dari latar belakang keluarga Averina yang bergelut di dunia seni. Sejak kecil, Averina tumbuh di lingkungan yang akrab dengan kreativitas, mulai dari kakek hingga ayahnya yang terlibat dalam aktivitas seni, khususnya fesyen.

Pengalaman itu membentuk pemahaman bahwa seni dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk dalam desain pakaian.

Dorongan tersebut semakin kuat ketika ia menempuh pendidikan fesyen design di LASALLE College Jakarta. Pendidikan itu memperdalam pemahamannya tentang desain, estetika, dan proses kreatif dalam industri fesyen.

Setelah menyelesaikan studi, ia mendirikan Filoposy pada 2019 sebagai perwujudan gagasan "The Art of Dressing". Konsep ini memandang pakaian bukan sekadar kebutuhan, tetapi medium ekspresi seni dan identitas.

Nilai tersebut menjadi fondasi jenama miliknya dalam menciptakan produk yang menonjolkan craftsmanship dan detail desain.

Baca juga: UMKM Fesyen Lokal Terapkan Produksi Ramah Lingkungan dan Minimalkan Limbah Tekstil

“Dari keluarga, saya belajar bahwa seni bisa hadir dalam banyak hal. Fesyen adalah salah satunya,” ujar Averina.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
Tumpahan Minyak Kapal Cemari Pantai di Phuket Thailand, Pariwisata Terancam
LSM/Figur
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Craftsmanship dan Sustainability, Strategi Filoposy Bertahan di Industri Fesyen
Swasta
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
Krisis Iklim dan Kapal Besar Ancam Laut Karimunjawa, Bagaimana Nasib Nelayan?
LSM/Figur
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
Risiko di Balik Label Microwave-Safe, Ratusan Ribu Mikroplastik Bisa Masuk ke Makanan
LSM/Figur
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Ruang Jelajah Gajah dan Harimau di TN Bukit Tigapuluh Jambi Makin Sempit
Pemerintah
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah Targetkan Aturan Turunan Nilai Ekonomi Karbon Terbit Maret 2026
Pemerintah
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
ICCTF-Bappenas Buka Lowongan Konsultan Keuangan Proyek Karbon Biru
Pemerintah
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
Tren Career Co-Piloting, Orangtua Gen Z Ikut Tulis CV hingga Nego Gaji
LSM/Figur
BRIN Ciptakan Antioksidan Glutation dari Limbah, Baik untuk Otak dan Jantung
BRIN Ciptakan Antioksidan Glutation dari Limbah, Baik untuk Otak dan Jantung
Pemerintah
Dampak Lingkungan Perang Rusia-Ukraina, Total Emisi Capai 311 Juta Ton
Dampak Lingkungan Perang Rusia-Ukraina, Total Emisi Capai 311 Juta Ton
LSM/Figur
Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
LSM/Figur
Video Viral Ratusan Kayu Gelondongan di Sungai Kapuas, Kemenhut Jelaskan Asalnya
Video Viral Ratusan Kayu Gelondongan di Sungai Kapuas, Kemenhut Jelaskan Asalnya
Pemerintah
Inisiatif Net Zero Asset Manager Diluncurkan Kembali, Target Nol Bersih 2050 Tak Lagi Mengikat
Inisiatif Net Zero Asset Manager Diluncurkan Kembali, Target Nol Bersih 2050 Tak Lagi Mengikat
Swasta
Cemaran BBM Ditemukan di Mangrove Benoa Bali
Cemaran BBM Ditemukan di Mangrove Benoa Bali
Pemerintah
Mikroplastik Ancam Populasi Penyu Hijau di Pulau Terpencil
Mikroplastik Ancam Populasi Penyu Hijau di Pulau Terpencil
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau