Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendidikan Berkualitas untuk Semua, GNI Perkuat PAUD Inklusi di Kulon Progo

Kompas.com, 7 Mei 2026, 18:07 WIB
Add on Google
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Upaya menciptakan pendidikan setara bagi semua anak terus diperkuat di Kabupaten Kulon Progo.

Pada Senin, 4 Mei 2026, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) meresmikan langkah awal program bertajuk “Development of a Pilot Model for Inclusive Early Childhood Education” melalui kegiatan sosialisasi di Wisma Kusuma Wates.

Program ini dirancang untuk menciptakan model percontohan PAUD inklusif yang relevan dengan kondisi lokal dan mudah untuk diduplikasi di wilayah lain.

Acara ini mempertemukan sekitar 80 pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Bagian Kesejahteraan Rakyat, organisasi profesi seperti HIMPAUDI, IGTKI, dan IGABA, hingga para lurah dan tenaga pendidik.

Sinergi ini diharapkan mampu membangun kolaborasi lintas sektor yang kuat demi keberhasilan pendidikan inklusif.

Makrus Ali, Manager GNI CDP Yogyakarta, menegaskan bahwa hak atas pendidikan berkualitas adalah milik setiap anak.

"Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, bahkan sejak usia dini, tanpa kecuali anak-anak dengan kebutuhan khusus," ujar Makrus Ali.

"Melalui program ini, kami ingin mendorong pendidikan di Kulon Progo lebih inklusif, termasuk guru-guru yang nanti akan mendampingi anak-anak," ujarnya.

Data menunjukkan urgensi besar di balik program ini. Berdasarkan asesmen GNI, dari total 858 layanan PAUD di 12 kapanewon di Kulon Progo, baru 55 anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terakomodasi pada tahun ajaran 2025/2026.

Angka ini diyakini belum mencerminkan jumlah ABK yang sebenarnya di lapangan. Beberapa kendala utama yang ditemukan meliputi rendahnya penerimaan sosial, keterbatasan kapasitas guru, minimnya sarana prasarana yang adaptif, serta koordinasi antarinstansi yang belum optimal.

Secara lebih luas, PAUD Inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak, baik yang memiliki perkembangan normal maupun yang memiliki kebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam satu lingkungan yang sama.

GNI menggelar program PAUD Inklusi di Kulon Progo melibatkan 80 pemangku kepentingan (4/5/2026).

DOK. GNI GNI menggelar program PAUD Inklusi di Kulon Progo melibatkan 80 pemangku kepentingan (4/5/2026).

Fokus utama PAUD Inklusi bukanlah memaksa anak menyesuaikan diri dengan sistem, melainkan sistemlah yang harus beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan unik setiap anak.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah pusat. Menteri Pendidikan dalam berbagai kesempatan terkait kebijakan inklusi sering menekankan pendidikan inklusif bukan sekadar menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler.

Pendidikan PAUD inklusi dimaksud yakni menciptakan ekosistem pembelajaran yang menghargai perbedaan dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal. 

Untuk mengatasi tantangan tersebut, GNI berkomitmen mendampingi 20 satuan PAUD agar lebih aksesibel.

Program ini mencakup penyediaan fasilitas fisik yang ramah ABK, pengembangan bahan ajar, serta pelatihan intensif bagi 174 pendidik. Selain itu, kampanye kesadaran publik akan menyasar 600 perwakilan masyarakat di seluruh kapanewon.

Baca juga: Peta Jalan PAUD di ASEAN, Mendikdasmen: Pastikan Anak Dapat Akses Berkualitas

GNI juga menggandeng Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai mitra akademik guna memastikan program ini memiliki landasan ilmiah yang kuat. Salah satu keluarannya adalah penyusunan modul pembelajaran PAUD Inklusif yang berbasis pada kearifan lokal Kulon Progo.

Modul ini nantinya akan disebarluaskan ke seluruh jaringan guru PAUD di kabupaten tersebut, dengan harapan tercipta model pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BPS Sebut Angka Pengangguran Turun 0,08 Persen dibanding Tahun Lalu
BPS Sebut Angka Pengangguran Turun 0,08 Persen dibanding Tahun Lalu
Pemerintah
Pendidikan Berkualitas untuk Semua, GNI Perkuat PAUD Inklusi di Kulon Progo
Pendidikan Berkualitas untuk Semua, GNI Perkuat PAUD Inklusi di Kulon Progo
LSM/Figur
Mengandung Logam Berat, Efek Konsumsi Ikan Sapu-Sapu Muncul Jangka Panjang
Mengandung Logam Berat, Efek Konsumsi Ikan Sapu-Sapu Muncul Jangka Panjang
LSM/Figur
IMO Pertahankan Target Net-Zero Sektor Pelayaran Meski Hadapi Penolakan
IMO Pertahankan Target Net-Zero Sektor Pelayaran Meski Hadapi Penolakan
Pemerintah
Terdeteksi Sejak 1910, Ikan Sapu-Sapu Berevolusi Akibat Sungai Ciliwung Jadi Tempat Sampah
Terdeteksi Sejak 1910, Ikan Sapu-Sapu Berevolusi Akibat Sungai Ciliwung Jadi Tempat Sampah
LSM/Figur
Studi Jelaskan Mikroplastik Bisa Perparah Pemanasan Global
Studi Jelaskan Mikroplastik Bisa Perparah Pemanasan Global
Pemerintah
Taiwan akan Perketat Aturan Polusi Udara, Pabrik Bisa Terancam Berhenti Beroperasi
Taiwan akan Perketat Aturan Polusi Udara, Pabrik Bisa Terancam Berhenti Beroperasi
Pemerintah
Perusahaan Ramai-Ramai Pecat Karyawan Gen Z yang Baru Bekerja, Ini Alasannya
Perusahaan Ramai-Ramai Pecat Karyawan Gen Z yang Baru Bekerja, Ini Alasannya
LSM/Figur
Memanfaatkan Limbah Kulit Kayu Eucalyptus untuk Filter Penangkap CO2
Memanfaatkan Limbah Kulit Kayu Eucalyptus untuk Filter Penangkap CO2
LSM/Figur
IUCN Puji Indonesia Berkat Konservasi Gajah dan Badak
IUCN Puji Indonesia Berkat Konservasi Gajah dan Badak
Pemerintah
Teknologi Berubah, Penggunaan Nikel untuk EV Diprediksi Kurang dari 1 Persen pada 2035
Teknologi Berubah, Penggunaan Nikel untuk EV Diprediksi Kurang dari 1 Persen pada 2035
LSM/Figur
Hilirisasi Nikel Disebut Belum Dorong Penguatan SDM dan Industri Lokal
Hilirisasi Nikel Disebut Belum Dorong Penguatan SDM dan Industri Lokal
LSM/Figur
Dampak Konflik Timur Tengah dan Super El Nino Bayangi Ekonomi Asia
Dampak Konflik Timur Tengah dan Super El Nino Bayangi Ekonomi Asia
Pemerintah
BMKG Prediksi Jakarta Masuk Musim Kemarau Akhir Mei 2026
BMKG Prediksi Jakarta Masuk Musim Kemarau Akhir Mei 2026
Pemerintah
Morgan Stanley: Mayoritas Investor Individu Ingin Tingkatkan Investasi Berkelanjutan
Morgan Stanley: Mayoritas Investor Individu Ingin Tingkatkan Investasi Berkelanjutan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau