JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memgungkapkan 11 kejadian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Rabu (13/5/2026) hingga Kamis (14/5/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memerinci banjir terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang berdampak pada 275 kepala keluarga (KK) atau 252 jiwa. Delain itu, 122 unit rumah terkena imbasnya.
"Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut, namun terdapat wilayah yang masih sulit diakses akibat jembatan putus," ujar Abdul dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Wilayah ini juga sempat terdampak banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada November 2025 lalu. Abdul menyebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar masih berada pada masa transisi darurat ke pemulihan pasca banjir dan longsor hingga 31 Juli 2026 nanti.
Baca juga: Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
BNPB melaporkan banjir terjadi Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara pada 8 Meu 2026, yang berdampak pada 282 KK dan 276 unit rumah. Abdul menyebut, dua rumah rusak ringan dengan empat lainnya rusak sedang. Pemda menetapkan status tanggap darurat sejak Jumat (8/5/2025) hingga Jumat (22/05). Saat ini kondisi banjir dilaporkan telah surut.
Banjir di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) berdampak kepada 595 KK atau 2.062 jiwa, serta 587 unit rumah terendam. Pemda Kolaka menetapkan status tanggap darurat hingga Selasa (26/5/2026). Kondisi terkini menunjukkan genangan telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan rumah terdampak.
"Selain pemantauan kejadian bencana, BNPB juga terus memantau aktivitas gunung api berdasarkan laporan PVMBG. Hingga Rabu, tercatat tiga gunung api berada pada status Level III (Siaga), yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur," beber dia.
Sementara itu, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dilanda kekeringan dengan 89 KK menjadi korban. Sebagai upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mendistribusikan air bersih kepada masyarakat menggunakan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
"Di Provinsi Jawa Tengah, gerakan tanah di Kabupaten Cilacap yang terjadi sejak Selasa berdampak pada 11 KK terdampak dan empat KK mengungsi. Selain itu, tercatat tiga rumah rusak ringan, tujuh rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat," jelas Abdul.
Baca juga: EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata
Penanganan masih terus dilakukan, namun akses jalan yang amblas belum dapat dilalui kendaraan. Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat hingga Sabtu (30/5/2026).
Di sisi lain, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua, serta Nusa Tenggara Barat.
"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, gerakan tanah, cuaca ekstrem hingga kekeringan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia," tutur Abdul.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD dan BMKG, serta segera melakukan langkah antisipasi dan evakuasi apabila terjadi peningkatan ancaman bahaya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya