JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen untuk mengelola taman nasional melalui pembiayaan berkelanjutan, inovatif, dan jangka panjang dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Dalam forum tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengungkapkan, arah pengembangan taman nasional di Indonesia ke depannya harus berpijak pada prinsip keberlanjutan yang kokoh.
Dengan begitu, fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemanfaatan kawasan.
“Pesan utama yang kami bawa adalah Ecological Before Tourism. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata," ujar Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Taman Nasional Indonesia Berpotensi Dikembangkan Bersama Jepang
"Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” imbuh dia.
Sejauh ini, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.
Inisiatif tersebut dirancang guna memperkuat pengelolaan taman nasional dengan mekanisme yang mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon, dan penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi.
Baca juga: Prabowo Susun 2 Kebijakan Perlindungan Gajah dan Taman Nasional
Di hadapan delegasi PBB, Raja Juli menyatakan Satgas Pembiayaan Inovatif untuk Faman Nasional mendorong Indonesia mengelola taman nasional berstandar kelas dunia. Sehingga, tidak hanya mampu meningkatkan penyerapan karbon, tetapi juga melindungi spesies ikonik yang terancam punah.
“Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” ucap dia.
Adapun Presiden Prabowo Subianto sebelumnya membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional untuk memperbaiki pengelolaan 57 taman nasional di dalam negeri. Satgas dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Nantinya, Satgas akan diketuai oleh Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim dan Energi sekaligus adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.
Untuk tahap awal, tiga taman nasional akan menjadi pilot project, termasuk Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
"Pertama, Taman Nasional Way Kambas, duanya lagi sedang kami bicarakan, bisa jadi salah satunya adalah gunung, misalkan Rinjani, yang juga luar biasa indahnya. Namun, selama ini, mohon maaf, belum dikelola dengan maksimal dan sebaik-baiknya," beber Raja Juli.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya